Makassar Status Tanggap Darurat Kekeringan, 6 Kecamatan Krisis Air Bersih
Berdasarkan laporan BMKG, status kekeringan di Makassar pada tahun ini lebih kuat dibandingkan pada 2023 lalu.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kota Makassar, ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana kekeringan. Enam kecamatan mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan data BPBD Kota Makassar per 5 Agustus 2026, warga terdampak tersebar di Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala. Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, mencapai 14.787 jiwa, disusul Tallo 10.672 jiwa dan Tamalanrea 9.947 jiwa.
"Kita penetapan status tanggap darurat sudah sejak Jumat (7/8) kemarin," ungkap Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar, Kamis (14/8/2026).
BPBD bersama stakeholder terkait telah menggelar rakor tanggap darurat bencana kekeringan di Kantor Walikota Makassar, Kamis (13/8). Seluruh pihak akan bekerja sama melakukan distribusi air bersih ke warga terdampak.
"(Status tanggap) darurat ini hal yang sangat luar biasa dalam satuan kota itu. Mulai besok, setiap hari akan masif itu distribusi air. Kita ada sumber-sumber air termasuk PDAM," ujar Fadli.
Fadli melanjutkan, pihaknya turut meminta warga mengantisipasi ancaman lain di balik kekeringan. Dia mengingatkan adanya potensi kebakaran.
"Status tanggap darurat itu mengawal semua. Eksekusi semua kekeringan, kebakaran, kesehatan masuk semua dia," jelasnya.
Bahkan bencana kekeringan juga bisa berimbas terhadap perekonomian. Menurut dia, kekeringan yang bisa memicu krisis air bisa berdampak pada operasional PLTA.
"Ada juga dampak tidak langsungnya seperti pemadaman listrik. Kalau status begini dia berefek ke masyarakat secara meluas bahkan sampai ke ekonomi," katanya.
"Saya kasih contoh seumpama dia kekeringan, kalau kekeringan itu air surut. Ada PLN itu kita punya cadangan listrik di PLTA otomatis itu berkurang airnya berarti kurang pasokan listriknya," lanjutnya.
Fadli melanjutkan, cadangan listrik pada PLTA yang berkurang nanti akan terjadi pemadaman lampu secara bergilir. Dengan begitu, ia mengatakan aktivitas usaha pun ikut terganggu.
"Jadi perlu nanti kalau kemungkinan seperti itu akan terjadi pemadaman bergilir. Pemadaman bergilir ini akan berdampak ke ekonomi usaha-usaha termasuk usaha kecil akan berimbas," ungkapnya.
Dia menegaskan status tanggap darurat artinya upaya antisipasi pun harus lebih dimaksimalkan. Berdasarkan laporan BMKG, status kekeringan di Makassar pada tahun ini lebih kuat dibandingkan pada 2023 lalu.
"Jadi efek dari tanggap darurat bencana ini sangat luar biasa. Seperti BMKG katakan tadi kalau tahun 2023 memang kuat tapi 2026 ini statusnya sangat kuat," ucap Fadli.
Dia memperkirakan bencana kekeringan akan melanda Makassar dalam empat bulan ke depan. Fadli kembali menegaskan, situasi itulah yang kemudian ditanggapi lewat penetapan status tanggap darurat.
"Jadi empat bulan terakhir ini kemungkinan besar kita akan kekeringan dahsyat, itulah kita menanggapi itu dengan status ini pak wali kota tetapkan, kita punya antisipasi-antisipasi selama empat bulan ini mulai 8,9,10,11," pungkasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
