Muh. Syakir : Rabu, 12 Agustus 2026 19:59

PAPUA, PEDOMANMEDIA - Sedikitnya 11 kantor pemerintah dibakar massa usai kericuhan yang dipicu pembagian dana desa di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Meski situasi telah berangsur pulih, konsentrasi massa di sejumlah titik masih terlihat.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes mengatakan sejauh ini tercatat ada tiga kantor yang terbakar habis, delapan kantor terbakar sebagian, dan tiga kantor dirusak. Adapun kantor yang terbakar habis ialah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kantor DPRK.

"Berdasarkan data Kantor yang terbakar habis, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Gudang BNPB, dan Kantor DPRK. Sementara kantor yang dirusak massa Kantor Diskominfo, Kantor Kesbangpol, dan Kantor Inspektorat," kata Domingos kepada detikcom, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, terdapat delapan kantor yang terbakar sebagian. Masing-masing kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), kantor Dinas Sosial (Dinsos), kantor Bupati dan Wakil Bupati, kantor Sekda, kantor Keuangan, kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Domingos memastikan situasi saat ini sudah kondusif. Kendati demikian, pihaknya tetap mengerahkan personel untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Situasi sudah kondusif. Kami ada tambahan Brimob 1 SST dari Yon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli," tegasnya.

Kronologi Massa Bakar Kantor Pemerintahan

Polisi mengungkap kronologi awal massa membakar sejumlah kantor di Puncak, imbas penyaluran dana desa. Kantor PMK menjadi sasaran pertama, sebelum akhirnya meluas ke kantor lainnya.

Domingos mengatakan Pemkab Puncak awalnya melakukan penyaluran dana desa tahap I pada Selasa (11/8). Setelah penyaluran berlangsung, sekelompok massa tiba-tiba mendatangi kantor PMK sekitar pukul 17.40 WIT.

Bupati Puncak Elvis Tabuni yang mengetahui pergerakan massa kemudian datang ke Kantor PMK dan berupaya berkomunikasi dengan mereka. Namun massa tidak puas hingga situasi memanas dan melakukan pembakaran kantor PMK sekitar pukul 18.45 WIT.

"Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK," ungkap Domingos.

Belakangan aksi itu kemudian meluas dengan massa melakukan pembakaran fasilitas pemerintahan lainnya. Polisi mencatat total ada tujuh kantor yang dibakar, mulai dari Kantor PMK, Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial dan Kantor Keuangan.

"Selain sejumlah kantor pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar," bebernya.

 

TAG

BERITA TERKAIT