Appi: Mulai Tahun ini Kabel Fiber Optik akan Dipindah ke Bawah Tanah
Perseroda infrastruktur nantinya diharapkan menjadi instrumen Pemkot Makassar untuk menjalankan kerja sama investasi dengan pihak ketiga melalui skema business to business (B2B).
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — Pemerintah Kota Makassar akan melakukan penataan jaringan kabel fiber optik di jalur-jalur protokol mulai tahun ini. Ditargetkan, ke depan seluruh kabel fiber optik harus melalui jaringan bawah tanah.
“Insya Allah ada percontohan beberapa ruas yang akan dicoba untuk dilakukan,” kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi usai memimpin pembahasan ducting sharing bersama sejumlah SKPD di Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Menurut Appi, penerapan ducting sharing tidak sekadar memindahkan kabel dari udara ke bawah tanah. Pemkot juga harus memastikan aspek regulasi, investasi, kelembagaan hingga sinkronisasi dengan pembangunan jalan berjalan bersamaan.
“Jangan sampai ini masuk dalam proyeksi peningkatan jalan, kemudian kita menggali lagi di sampingnya. Ini yang harus disinkronisasi,” ujarnya.
Appi mengatakan, Pemkot Makassar telah melihat sejumlah daerah yang lebih dahulu menerapkan sistem serupa untuk dijadikan benchmark. Kajian tersebut diperlukan agar pola yang diterapkan nantinya sesuai dengan kondisi Kota Makassar.
“Kami berdiskusi bahwa sudah ada beberapa contoh daerah yang bisa menjadi benchmark untuk kita,” katanya.
Ia berharap seluruh proses kajian segera rampung sehingga investasi ducting sharing dapat mulai direalisasikan tahun ini.
“Kita berharap proses ini segera closing, sehingga tahun ini proses investasi ducting sharing sudah bisa berjalan di Makassar,” tutur mantan CEO PSM tersebut.
Namun, Pemkot Makassar belum menetapkan ruas jalan yang akan menjadi lokasi percontohan. Penentuan lokasi masih mempertimbangkan kondisi jalan, agenda pembangunan infrastruktur serta kesiapan calon investor.
“Ada beberapa calon investor, tapi kita melihat bagaimana kondisi dan keadaan dari ruas jalan yang akan ditentukan, apakah bisa di situ atau ada keadaan yang membuat sehingga harus ditunda,” jelasnya.
Appi menegaskan, keberlanjutan investasi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya berhenti pada pengerjaan fisik, tetapi harus memiliki skema pengelolaan yang jelas dalam jangka panjang.
“Yang paling pertama harus kita jaga adalah keberlanjutan dari nilai investasi yang akan dilakukan oleh investor yang ada,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan kelembagaan untuk mendukung pola kerja sama dengan investor. Salah satunya melalui pembentukan dua perseroda baru, yakni perseroda bidang pangan dan perseroda bidang infrastruktur.
Perseroda infrastruktur nantinya diharapkan menjadi instrumen Pemkot Makassar untuk menjalankan kerja sama investasi dengan pihak ketiga melalui skema business to business (B2B).
“Karena kita tidak punya perseroan untuk melaksanakan B2B. Makanya dari awal kita mendorong untuk ada perseroan yang bisa melaksanakan kegiatan dengan pihak ketiga atau pihak investor untuk langsung bekerja sama,” ungkap Appi.
Ia menilai keberadaan infrastruktur bawah tanah akan memberikan manfaat ganda. Selain membuat jaringan kabel lebih tertata, program tersebut diharapkan memperbaiki estetika kota sekaligus memudahkan pengelolaan jaringan telekomunikasi ke depan.
“Semua nanti akan masuk ke dalam situ, sehingga untuk membangun kerja sama mereka yang akan menjadi proses penugasan untuk melakukan proses kerja sama di bidang investasi,” tuturnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
