Muh. Syakir : Senin, 03 Agustus 2026 20:42

TOLIKARA, PEDOMANMEDIA - Empat pekerja proyek jalan nasional di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, tewas ditembak Organisasi Papua Merdeka (OMP). Jenazah keempat korban telah dievakuasi ke rumah sakit.

"Kelompok OPM bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan empat pekerja proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur," kata Kapendam Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Peristiwa itu terjadi di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara pada Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT. Keempat korban masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga, dan Alfonds.

"Aksi penembakan tersebut telah dikonfirmasi dilakukan oleh OPM pimpinan Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Aksi tersebut menyasar para pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut," bebernya.

Tri mengatakan para korban merupakan pekerja dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Tiga korban Arman Sibarani, Erlin Aritonang, dan Barengga merupakan orang asli Papua (OAP).

"Sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan sehingga informasi dapat segera diteruskan kepada aparat keamanan," jelasnya.

Merespons kejadian tersebut, aparat gabungan dari Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak menuju lokasi. Keempat korban tewas berhasil dievakuasi menuju rumah sakit.

"Seluruh korban meninggal dunia maupun para pekerja yang selamat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Saat ini, tiga jenazah disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara," terangnya.

Tri memastikan dalam operasi evakuasi tersebut tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan. TNI mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan OPM karena telah merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat Papua.

"Tindakan tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Papua," urainya.

Saat ini aparat TNI-Polri terus memperketat pengamanan di wilayah sekitar lokasi kejadian sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 

TAG