TORUT, PEDOMANMEDIA - Program Bedah Rumah dan Sanitasi Pemkab Toraja Utara kembali menuai sorotan. Program ini dituding tak tepat sasaran.
Sejumlah warga yang seharusnya menjadi penerima manfaat, justru tak menikmati bantuan. Salah satunya Gondrong (25), warga Kelurahan Nonongan Utara, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara.
Ia mengaku sudah berkali-kali didata namun tak kunjung mendapat bantuan.
"Sudah didata berkali-kali, tidak pernah dapat," kata Gondrong di rumahnya Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Gondrong, proses pendataan tidak selektif sehingga bantuan sering meleset dari yang benar-benar membutuhkan.
"Dari dulu kami didata, sampai sekarang tidak pernah dapat bantuan bedah rumah. Apalagi sanitasi," katanya.
Pantauan PEDOMANMEDIA, rumah Gondrong memang tidak layak huni. Dinding papan dan bambu, atap bocor, dan fasilitas MCK sangat terbatas.
Rumah tersebut dihuni 6 anggota keluarga. Gondrong sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya bekerja serabutan sebagai tukang.
"Kalau ada yang panggil jadi tukang, barulah saya kerja," katanya.
Dia meminta Pemkab Toraja Utara dan Dinas terkait mengevaluasi data penerima agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat miskin.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perumahan dan Dinas PUPR Toraja Utara belum memberikan keterangan terkait mekanisme pendataan dan verifikasi penerima program Bedah Rumah dan Sanitasi.
BERITA TERKAIT
-
Gulirkan Program Bedah Rumah di Buol, Anwar Hafid Puji Inisiatif Partai Demokrat
-
Pemkab Torut Bongkar Gedung Lama RSUD Pongtiku, DPRD Lapor Pengrusakan
-
IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah