TORUT, PEDOMANMEDIA – Akses pelayanan kesehatan yang cepat menjadi kebutuhan utama ketika seseorang mengalami kondisi darurat. Hal tersebut dirasakan Senda Palangan (17), warga Lembang Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, ketika penyakit asma yang telah lama ia derita tiba-tiba kambuh sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Elim Rantepao.
"Sebenarnya saya sudah lama menderita asma, namun beberapa waktu lalu penyakitnya tiba-tiba kambuh. Dada saya terasa sangat sesak sampai sulit bernapas, jadi keluarga langsung membawa saya ke rumah sakit," ujar Senda saat ditemui di kediamannya, Kamis (02/07).
Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Elim Rantepao, Senda mengaku langsung mendapatkan penanganan dari dokter dan perawat yang bertugas. Ia diberikan bantuan oksigen dan terapi obat untuk meredakan sesak napas yang dialaminya. Berkat penanganan tersebut, kondisinya perlahan mulai membaik.
"Saya bersyukur karena begitu sampai di rumah sakit langsung ditangani. Dokter dan perawat bergerak cepat memberikan pertolongan sehingga kondisi saya bisa segera stabil," katanya,
Di tengah kondisi yang mengharuskannya mendapatkan penanganan segera, Senda mengaku tidak mengalami kendala dalam proses administrasi. Berbekal kepesertaan JKN yang aktif, ia merasakan kemudahan karena seluruh biaya pelayanan kesehatan yang diterimanya telah dijamin oleh Program JKN.
"Saya tidak perlu repot mengurus administrasi. Semuanya berjalan lancar karena kepesertaan JKN saya aktif. Saya juga tidak diminta mengeluarkan biaya selama menjalani pengobatan. Obat-obatan yang diberikan juga tidak ada yang dibayar, semuanya ditanggung," ungkapnya.
Menurut Senda, pelayanan yang diberikan selama menjalani perawatan juga membuat dirinya merasa nyaman. Selain sigap memberikan tindakan medis, dokter dan perawat rutin memantau perkembangan kondisinya serta memberikan penjelasan mengenai proses pengobatan yang dijalani. Sikap ramah dari tenaga kesehatan juga membuatnya merasa lebih tenang selama menjalani perawatan.
"Pelayanannya sangat baik. Dokter dan perawatnya ramah, sering datang memeriksa kondisi saya dan menjelaskan perkembangan kesehatan saya. Itu membuat saya merasa lebih tenang dan yakin bahwa saya mendapatkan penanganan yang terbaik," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Senda. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mengalami kondisi darurat yang mengharuskannya mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Beruntung, kepesertaan JKN yang dimilikinya masih aktif sehingga ia dapat langsung memperoleh pelayanan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.
Merasakan pengalaman berobat menggunakan Program JKN, Senda semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Menurutnya, tidak ada yang dapat memprediksi kapan seseorang akan jatuh sakit. Karena itu, menjadi peserta JKN merupakan salah satu bentuk perlindungan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mudah ketika membutuhkannya.
"Saya menghimbau kepada teman-teman di luar sana agar selalu memastikan kepesertaaan JKN tetap aktif. Kalau sewaktu-waktu sakit atau mengalami kondisi darurat kita tak perlu khawatir lagi masalah biaya pengobatan jadi, kita bisa fokus pada proses penyembuhan " tutup Senda.
BERITA TERKAIT
-
Antrean Online di Mobile JKN Permudah Sakan Mengakses Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan
-
Manfaatkan Antrean Online JKN, Apping Rasakan Kemudahan Berobat di RS Elim Rantepao
-
HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama
-
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T
-
Dua Kali Operasi Dijamin BPJS Kesehatan, Lisna Rasakan Besarnya Manfaat JKN