SELAYAR, PEDOMANMEDIA - Kapal motor (KM) Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 1 penumpang ditemukan tewas dan 24 lainnya dinyatakan hilang.
Kapal penumpang tersebut mengangkut 74 orang. Berdasarkan data Basarnas Makassar, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.
"Kapal mati mesin pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Jumat (17/7).
Menerima laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Pada Kamis (16/7) dini hari, satu per satu penumpang berhasil ditemukan dan dievakuasi.
"Kami dibantu kapal nelayan mencari para korban," ujarnya.
Berdasarkan data sementara, total penumpang KM Nurul Salsa berjumlah 74 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan satu orang penumpang dalam kondisi meninggal dunia.
"Data awal yang kami terima, penumpang hanya 50 orang. Namun, setelah dilakukan proses verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74 orang," jelas Arif.
"Dari 74 orang, 49 orang berhasil kami evakuasi dalam kondisi selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia," lanjutnya.
Arif menegaskan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban lainnya. Hingga saat ini, sebanyak 24 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian sesuai prosedur operasi SAR.
"Sebanyak 24 orang masih dalam pencarian. Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan dapat segera menemukan para korban yang masih dalam pencarian," harapnya.
Operasi SAR terhadap kecelakaan KM Nurul Salsa masih terus berlangsung dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian serta area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (SARMAP).