Muh. Syakir : Sabtu, 06 Maret 2021 10:28
Moeldoko

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - "Moeldoko Presiden" 2024 menggema di kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, kemarin. Kader Demokrat pun membalas seruan ini dengan beragam sindiran.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, keduataan Moeldoko selama ini yang menyangkal sebagai penggerak kudeta akhir terbongkar. KLB membuktikan mantan Panglima TNI iti ada di belakang semua itu.

"Kan akhirnya beliau yang selama ini menyangkal terbukti sebagai penggerak kudeta. Berulang kalki dia membantah. Tapi kita lihat sendiri dia menerima sebagai ketum. Tipu dayanya terkuak juga," terang Herzaki kepada wartawan, Sabtu (6/3/2021).

Menanggapi seruan "Moeldoko Presiden 2024" yang menggema di KLB, kata Herzaki, boleh boleh saja dia nyapres. Tapi tentu bukan lewat PD. Karena tidak satupun pemilik suara sah yang mendukung KLB.

Jika Moeldoko terobsesi maju mengendarai PD versi KLB berarti dia lewat jalur inkonstitusional. Menurut Herzaki, kader kader KLB sedang mimpi. Dan mimpi itu disambut Moeldoko dengan mimpi yang sama.

"Mereka sedang mimpi. Bagaimana mungkin KLB dilaksanakan sementara menggagasnya orang orang yang tak lagi punya kapasitas di partai. Itukan ilegal. Lucunya, malah Moeldoko berbangga bangga dengan partai ilegal," ketusnya.

Herzaky menganggap acara tersebut ilegal dan peserta yang hadir juga bukan sebagai pemilik suara yang sah.

0000

Sebelumnya, Moeldoko menerima dirinya yang dipilih sebagai Ketum Demokrat dalam agenda yang diklaim sebagai KLB. Moeldoko yang datang ke arena, memberi sambutan berapi-api di hadapan peserta.

"Saya mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama berjuang untuk meraih kembali kejayaan Demokrat!" kata Moeldoko di lokasi KLB, The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3).

"Tidak ada yang tertinggal. Semua kita bersatu padu, kita ajak semuanya. ini adalah rumah besar kita bersama," imbuh Moeldoko.

Moeldoko menegaskan kekuatan Partai Demokrat berada di tangan kader-kadernya. Dia meminta semua kader berjalan beriringan dengannya.

"Baik selaku pemimpin partai pada tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, sampai dengan kelurahan, harus bersama-sama dengan saya," sebut Moeldoko.

Moeldoko kemudian berbicara tentang kepemimpinan. Dia menegaskan seorang panglima tak berarti apa-apa tanpa prajurit.

"Kalau saya berbicara tentang leadership, kekuatan seorang panglima ada di pundak para komandan-komandan lapangan seperti kalian semuanya. Panglima tidak ada artinya kalau tidak memiliki prajurit-prajurit yang tangguh dan seorang pemimpin tugasnya adalah memberikan perkuatan kepada komandan-komandan di bawahnya. Itu pemimpin, bukan malah mengecilkan bawahannya. Itulah pemimpin memberikan kekuatan dan energi yang luar biasa kepada bawahannya," jelas Moeldoko.

"Saya mengapresiasi atas permintaan kalian kalian telah meminta saya untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. Untuk itu, saya mengapresiasi dan terima kasih untuk itu saya terima," sebut Moeldoko.