Usai Temuan Corona Varian Inggris, WNA Masuk RI Bakal Diperketat Lagi
Sirkulasi antarnegara perlu proteksi karena virus Corona varian Inggris ini sudah menyebar secara global. Di sejumlah negara Asia ditemukan sejak Januari lalu.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akan kembali memperketat arus kedatangan warga negara asing usai temuan virus Corona varian Inggris pekan lalu. Mobilitas antarnegara akan diatur dengan skema baru yang lebih protektif.
"Akan ada pengaturan yang lebih protektif agar kita bisa mencegah meluasnya virus baru itu. Tentu kita tidak bisa menutup total sirkulasi antarnegara. Tapi ada formulasi untuk memproteksi," ujar Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (4/3/2021).
Ia menegaskan, sirkulasi antarnegara perlu proteksi karena virus Corona varian Inggris ini sudah menyebar secara global. Tak hanya Eropa, di sejumlah negara Asia juga sudah ditemukan sejak Januari lalu.
Namun Wiku mengajak masyarakat tidak terlalu panik atas situasi ini. Menurutnya, yang paling utama adalah upaya pencegahan lewat protokol kesehatan.
Sesuai Surat Keputusan (SK) Satgas Covid-19 Nomor 9 Tahun 2021, fasilitas karantina diberikan secara gratis pada WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri, mencakup pekerja migran Indonesia, pelajar, dan ASN yang telah melakuan perjalanan dinas keluar negeri.
Pekan lalu Kementerian Kesehatan mengumumkan ditemukannya kasus pertama Corona varian Inggris di Tanah Air. Kasus ini teridentifikasi, Selasa (2/3/2021) dan diduga masuk lewat Arab Saudi.
"Ada dua kasus. Diduga masuk dari Arab Saudi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Budi, virus varian baru bernama B117 ini memiliki tingkat penularan lebih cepat. Namun belum ada studi soal tingkat risikonya terhadap manusia.
Menkes mengingatkan, masyarakat perlu tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Karena sifat virus Inggris ini penularannya relatif sama dengan Covid-19.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengingatkan akan menyebarnya virus ini. WHO mengidentifikasi varian baru Corona yang muncul di Inggris telah menyebar ke beberapa negara di Eropa dan Australia sejak Januari lalu. WHO memperingatkan dunia agar mewaspadai gelombang baru pandemi ini.
Jenis baru virus Corona ini disebut-sebut 70 persen lebih menular dan menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Inggris. Setelah Inggris, kemudian menjangkiti Italia pada Februari. Lalu Australia dan Asia. Selain itu juga ditemukan di Australia.
Pada Desember 2020 Arab Saudi menghentikan semua aktivitas penerbangan internasional menuju negara itu. Selain jalur penerbangan, akses masuk ke Arab Saudi melalui darat dan laut pun masih ditangguhkan.
Awal Februari 2021, pemerintah Arab Saudi kembali menutup pintu penerbangan ke negara itu bagi warga asing. Ada 20 negara yang tidak diperkenankan masuk, salah satunya Indonesia.
