Muh. Syakir : Jumat, 26 Juni 2026 14:25
Dony Ahmad Munir

SUMEDANG, PEDOMANMEDIA - Program Jaga Desa merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Ini sekaligus memastikan berbagai program prioritas nasional dapat berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa dalam Mendukung Program Prioritas Nasional (Jaga Dapur dan Jaga Indonesia Pintar) sekaligus Pengukuhan DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Sumedang yang berlangsung di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (25/6/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia Dr. Reda Manthovani, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Wakil Bupati Sumedang, unsur Forkopimda, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Sumedang, pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dony menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, institusi kejaksaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam memastikan setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan, baik yang bersifat strategis nasional maupun program kabupaten, benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai ke tingkat desa," ujar Dony.

Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional sekaligus fondasi utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, tetapi juga pendampingan, pengawasan, dan edukasi agar tata kelola pemerintahan desa semakin baik.

"Untuk itulah Program Jaga Desa bagi kami merupakan program yang sangat visioner. Dalam membangun desa tidak cukup hanya dengan anggaran, tetapi juga memerlukan pendampingan, pengawasan, dan edukasi agar tata kelola pemerintahan desa semakin transparan, akuntabel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Bupati Dony menambahkan, Program Jaga Desa menjadi langkah berkelanjutan yang akan terus dioptimalkan dalam mendorong kemajuan dan kemandirian desa. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Republik Indonesia dan ABPEDNAS yang telah menghadirkan pendekatan preventif dan edukatif dalam mendampingi penyelenggaraan pemerintahan desa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan dan ABPEDNAS yang telah menghadirkan pendekatan preventif dan edukatif seperti ini sehingga desa semakin kuat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan," katanya.

Lebih lanjut, Dony menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus mendukung dan menyukseskan berbagai program prioritas nasional, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui gerakan Jaga Dapur.

Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

"Bagi kami, MBG merupakan program yang sangat mulia untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Penyediaan gizi yang baik bagi anak-anak kita adalah investasi jangka panjang guna mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, produktif, dan berdaya saing," tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Program MBG akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan kesehatan di masa depan.

"Mari kita jaga bersama program yang sangat mulia ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyukseskannya demi masa depan bangsa," imbuhnya.

Selain Program Jaga Dapur, Bupati Dony juga memberikan apresiasi terhadap Program Jaga Indonesia Pintar yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Program ini sangat luar biasa. Seluruh bantuan pendidikan harus tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang berhak, sehingga anak-anak kita dapat terus bersekolah dan mewujudkan cita-citanya," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan hingga tingkat desa di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola pemerintahan, tanpa menghilangkan jati diri masyarakat desa.

"Kelembagaan saat ini terjalin melalui dukungan teknologi informasi. Namun, sebagai masyarakat desa, kita tidak boleh melupakan jati diri. Kemakmuran dan keberhasilan pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan kita sendiri, meskipun kehadiran pemimpin yang adil akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan," ujarnya.

Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga tiga sumber kehidupan utama, yakni sumber energi, sumber pangan, dan sumber spiritualitas. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan ketahanan bangsa.

"Menjaga sumber energi berarti menjaga mata air, pepohonan, gunung, sawah, sungai, dan muara. Politik bisa mengalami fluktuasi, tetapi ketika sumber air, hutan, dan pangan tetap terjaga, maka Indonesia akan senantiasa kuat dan berjaya," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah, kejaksaan, ABPEDNAS, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, transparan, dan mampu menjadi fondasi utama bagi kemajuan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan Indonesia.

Penulis : Sobari Suhendar