BATUI, PEDOMANMEDIA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus memastikan keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Kopi Batui Oishii di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (10/6), untuk meninjau perkembangan bantuan elektrifikasi agrikultur dan pelatihan hilirisasi hasil pertanian yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan koridor aman di bawah jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTMG Luwuk. Lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal kini berkembang menjadi area budidaya kopi produktif yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Dalam kunjungannya, I Gusti Made Aditya San Adinatha meninjau langsung proses budidaya dan pengolahan kopi, mulai dari pemanfaatan teknologi berbasis listrik pada proses produksi hingga pengembangan produk bernilai tambah berupa roasted bean dan kopi bubuk siap jual.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Kami ingin memastikan program yang telah berjalan dapat terus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui elektrifikasi agrikultur dan pelatihan hilirisasi, kami mendorong terciptanya nilai tambah dari sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara nyata," ujar Aditya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan di bawah jalur transmisi untuk budidaya kopi merupakan salah satu contoh sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang dapat berjalan beriringan. Selain mendukung produktivitas ekonomi warga, program tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur kelistrikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Fadly HI Umar, mengungkapkan bahwa dukungan PLN telah membantu kelompoknya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha hingga ke sektor hilir.
"Bantuan elektrifikasi agrikultur mempercepat proses produksi, sementara pelatihan hilirisasi memberi kami pengetahuan untuk menghasilkan produk kopi yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih baik. Kami selalu memegang semangat bahwa dari secangkir kopi lahir sejuta inspirasi untuk terus berkembang dan memberdayakan masyarakat sekitar," ungkap Fadly.
Program TJSL PLN UIP Sulawesi di Batui tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil budidaya kopi, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang berkelanjutan, mulai dari proses budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan produk siap pasar. Melalui program ini, PLN berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian usaha berbasis potensi lokal.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UIP Sulawesi untuk terus mengawal keberhasilan program pemberdayaan masyarakat agar sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan. (*)
BERITA TERKAIT
-
PLN UIP Sulawesi-PLN Enjiniring Teken Kerja Sama: Perkuat Pengawasan Konstruksi Ketenagalistrikan
-
PLN UIP Sulawesi Gandeng Kejari Jeneponto Kawal Pembangunan SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIP Sulawesi Ikut Gerakan Bersih Pantai Malalayang
-
PLN UIP Sulawesi Gelar Penyuluhan Antikorupsi di SLBN 1 Sidrap
-
PLN UIP Sulawesi Dukung Pengembangan Keterampilan Anak Disabilitas di SLB Negeri 1 Sidrap