JAKARTA, PEDOMANMEDIA - KPK menggeledah rumah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim di Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6). Penyidik KPK dikawal satu kompi Brimob saat proses penggeledahan berlangsung.
Rombongan penyidik tiba di kediaman Silmy sekitar pukul 13.46 WIB. Setibanya di lokasi, petugas KPK langsung membuka gerbang depan dan masuk ke dalam area rumah. Selanjutnya para penyidik langsung masuk melalui garasi depan rumah Silmy.
Kedatangan para penyidik mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Tampak sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap, dengan kekuatan sekitar satu kompi yang diangkut menggunakan satu unit mobil Brimob, turut mendampingi proses penggeledahan. Setelah penyidik KPK berhasil masuk, pagar rumah langsung ditutup rapat dan dijaga ketat oleh para personel Brimob tersebut.
Adapun penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari kasus pemerasan dan gratifikasi oleh sejumlah pejabat Kementerian Imipas. Perkara ini bermula dari pungutan liar dalam proses otorisasi dokumen izin tinggal sementara bagi warga negara asing (WNA). Berkas pemohon atau biro jasa sengaja ditahan dan tidak diproses di sistem jika mereka tidak menyetorkan sejumlah uang pelicin.
Nilai pemerasan dalam tindak pidana korupsi ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. KPK telah menetapkan dan resmi menahan delapan orang sebagai tersangka.
Para tersangka yang ditahan meliputi petinggi kementerian, di antaranya Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, mantan Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, hingga sejumlah pejabat eselon di tingkat pusat dan daerah.
BERITA TERKAIT
-
KPK Geledah Rumah Bupati Ponorogo Sugiri, Sita Alphard
-
PAN Tolak Usul KPK Batasi Jabatan Ketum Hanya 2 Periode: Jangan Intervensi
-
KPK Lanjutkan Penggeledahan Kasus Suap Bea Cukai, Sita Uang-Emas Senilai Rp2 M
-
Singgung Faisal Assegaf di Kasus Bea Cukai, Jubir KPK Dilapor Fitnah
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan Lawan KPK, Hakim Minta Status Tersangka Dicabut