Konversi Sepeda Motor Bensin ke Listrik, PLN Gandeng SMK Sejati Kembangkan SMART EV
Melalui kickoff TJSL PLN 2026, bengkel konversi SMART EV SMK Sehati Karawang diharapkan dapat terus berkembang, memperoleh sertifikasi resmi, serta menjadi percontohan bagi sekolah vokasi lainnya.
KARAWANG, PEDOMANMEDIA — Dunia pendidikan vokasi dan industri kembali diperkuat melalui kerja sama antara SMK Sehati Karawang dan PT PLN (Persero) dalam pengembangan kendaraan listrik ramah lingkungan. Sinergi tersebut ditandai dengan peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN 2026, sekaligus kickoff inovasi SMART EV di lingkungan SMK Sehati Karawang, Rabu (20/5/2026).
SMART EV merupakan hasil karya siswa SMK Sehati Karawang berupa konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi sepeda motor listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
Program tersebut menjadi bentuk nyata implementasi link and match antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan lulusan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri hijau masa depan.
Melalui program tersebut, siswa dibekali kemampuan melakukan konversi kendaraan roda dua konvensional menjadi kendaraan listrik. Mulai dari pembongkaran mesin pembakaran internal, rekayasa rangka, pemasangan dinamo listrik, baterai hingga sistem controller pintar yang terintegrasi.
Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Karawang, Harry Gumilang menyampaikan, program TJSL tahun ini difokuskan pada pemberdayaan sektor pendidikan, sekaligus mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Inovasi konversi motor bensin ke motor listrik dalam wujud SMART EV karya siswa-siswi SMK Sehati Karawang adalah bukti bahwa generasi muda siap menjadi aktor utama dalam era transisi energi. PLN hadir memberikan dukungan, baik melalui pendampingan teknis maupun fasilitas agar program konversi kendaraan ramah lingkungan berbasis sekolah vokasi ini dapat terus berkembang dan terstandardisasi,” ujarnya.
Plt. Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Irman Khaeruman pun memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara sekolah dan dunia industri dalam mendukung pendidikan vokasi.
“Kompetensi siswa dalam mengonversi motor bensin menjadi motor listrik membuktikan bahwa SMK Bisa, SMK Hebat. Dukungan PLN serta sinergi dengan industri menciptakan ekosistem ideal bagi lulusan vokasi untuk terjun langsung ke industri hijau masa depan,” ungkapnya.
Kepala SMK Sehati Karawang, Debi Rianti juga mengungkapkan, program pendampingan dari PLN memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan fasilitas praktik siswa di sekolah.
“Bantuan dan pendampingan ini memberi manfaat luar biasa bagi sekolah. Bengkel kami kini menjadi pusat inovasi yang relevan dengan perkembangan industri. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik menciptakan produk konversi kendaraan listrik berstandar industri,” tegasnya.
Melalui kickoff TJSL PLN 2026, bengkel konversi SMART EV SMK Sehati Karawang diharapkan dapat terus berkembang, memperoleh sertifikasi resmi, serta menjadi percontohan bagi sekolah vokasi lainnya dalam pengembangan transportasi hijau berbasis pendidikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintah, dunia industri, akademisi, tokoh masyarakat, Pengawas Pembina Disdik Jabar Wilayah 4, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Karawang, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang.
Dari unsur PLN hadir jajaran manajemen PT PLN (Persero) UPT Karawang dan Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah. Kegiatan ini juga dihadiri mitra industri, di antaranya PT Mitrametal Perkasa dan PT Samurai Paint, jajaran Universitas Sehati Indonesia, serta pimpinan sekolah di lingkungan Sehati Bina Insani.
Penulis : Bobi
