Muh. Syakir : Kamis, 21 Mei 2026 09:25

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Luar Negeri memastikan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah ditangkap otoritas Israel. Pemerintah Indonesia kini memaksimalkan jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran untuk memastikan keselamatan serta memperjuangkan pembebasan mereka.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan tindakan Israel tersebut melanggar nilai kemanusiaan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan sejumlah negara seperti Yordania dan Turki guna memantau kondisi para WNI, sementara Kementerian Hukum menyatakan siap membantu upaya pembebasan meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Kementerian Luar Negeri memberikan update terkini terkait nasib 9 WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0. Mereka memastikan, semua WNI itu ditangkap oleh otoritas Israel.

"Berdasarkan informasi terkini (07.13 WIB), 9 (sembilan) WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel," kata Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, lewat keterangannya, Rabu (20/5).

Saat ini, Kemlu tengah mengupayakan pembebasan mereka. Pendekatan sudah dilakukan, agar para WNI terjamin keselamatannya.

"Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan pelindungan ke-9 WNI tersebut. Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat," ucap Yvonne.

Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas menyatakan Kemenkum akan turut membantu terkait penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh Israel.

“Kalau terkait dengan itu, pasti sudah dilakukan terkait dengan warga negara kita yang lagi di ada masalah dengan bantuan kemanusiaan ya,” kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan keterangan pers terkait pengesahan kepengurusan PSI periode 2025-2030 di Kementerian Hukum, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Supratman menambahkan, Kemenkum juga akan berupaya maksimal dalam membantu penanganan kasus tersebut.

“Dan Kementerian Hukum yang bertanggung jawab terkait dengan kewarganegaraan, pasti kami juga melakukan upaya untuk berusaha semaksimal mungkin. Walaupun kita tahu kita tidak memiliki hubungan diplomatik ya,” katanya.

Tindakan Israel Langgar Kemanusiaan

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan tindakan Israel menangkap Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan.

“Nah, tadi juga saya sampaikan kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung, untuk pertama memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Sugiono secara tegas menilai tindakan yang dilakukan Israel tidak dapat dibenarkan. Tindakan itu melanggar kemanusiaan.

“Dan apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan,” tegasnya.

Menlu soal 9 WNI Ditangkap Israel: Kita Komunikasi Dengan Yordania-Turki

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah negara, termasuk Yordania dan Turki, untuk memantau kondisi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Kapal angkatan laut Israel mencegat Armada Global Sumud yang sedang menuju Gaza, dalam upaya untuk mengirimkan bantuan pada Senin (18/5/2026). Foto: Global Sumud Flotilla

“Jadi kita sudah melakukan komunikasi teman-teman di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Yordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Ia mengatakan pemerintah terus mengupayakan keselamatan seluruh WNI yang ditahan.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ucap dia.