JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pembahasan RUU Pemilu masih belum dimulai di DPR. Pembahasan naskah akademik yang sempat terjadwal di Komisi II DPR pun tiba-tiba dibatalkan. Pimpinan DPR menyebut pembahasan masih dilakukan secara informal lintas partai.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan salah satu yang masih dibahas mendalam adalah perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dari 4 persen suara sah untuk dapat kursi di Senayan.
“Ya kita lagi lihat untuk ambang batas yang kira-kira kemudian tidak memberatkan partai-partai yang lain,” katanya.
Berbagai usulan dari partai politik di parlemen pun bermunculan. Golkar mengusulkan angka 5 persen, sementara Demokrat menilai besaran ambang batas parlemen saat ini sudah ideal.
PAN menilai, ambang batas parlemen sebaiknya dihapus. PDIP masih melakukan pengkajian terkait hal ini.
Lantas, bagaimana sebenarnya peta elektabilitas ke-8 parpol parlemen di survei-survei terbaru?
Poltracking
Pada survei elektabilitas parpol Poltracking bulan April 2026 ini, Gerindra menjadi yang terdepan. Berikut adalah urutannya:
Gerindra 26,1 persen
PDIP 15,4 persen
Golkar 9 persen
PKB 8,1 persen
PKS 5,9 persen
Demokrat 5,6 persen
NasDem 5,5 persen
PAN 2 persen
IPO
Kondisi yang sama juga terlihat di survei IPO pada Oktober 2025 lalu. Gerindra menjadi juara, sementara PDIP menyusul di urutan kedua. Berikut lengkapnya:
Gerindra 33,5 persen
PDIP 16,4 persen
Golkar 9,1 persen
PKB 6,2 persen
PAN 5,0 persen
Partai Demokrat 4,9 persen
PKS 4,8 persen
NasDem 4,0 persen
IndexPolitica
Masih pada Oktober 2025 lalu, IndexPolitica merilis survei elektabilitas mereka. Hasilnya berbeda, PDIP yang memenangkan survei ini. Berikut hasilnya:
PDIP 19,78 persen
Gerindra 18,50 persen
Golkar 13,68 persen
PKB 9,25 persen
Demokrat 8,15 persen
PAN 6,58 persen
NasDem 5,50 persen
PKS 4,75 persen