PUNCAK JAYA, PEDOMANMEDIA - Berakhir sudah pelarian OE alias ME, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Senin kemarin, OE tewas ditembak dalam sebuah operasi penyergapan di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya,
OE masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2024 silam. Ia terlibat pembunuhan prajurit TNI, Sertu Anumerta Ismunandar dua tahun lalu.
"Saat akan diamankan, yang bersangkutan berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Pelaku dilumpuhkan saat hendak ditangkap Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Senin (20/4) sekitar pukul 16.15 WIT. Pelaku mengalami luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian badan belakang kanan.
Pelaku kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun pelaku dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.30 WIT.
"Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan," tegas Yusuf.
Yusuf menjelaskan anggota KKB berinisial OE masuk DPO terkait kasus penembakan yang mengakibatkan gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar. Penembakan itu terjadi di Kampung Kulirik, Distrik Muara pada 17 Maret 2024.
Pelaku sempat diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz pernah diamankan pada 27 November 2024. Namun pelaku melarikan diri saat situasi di lapangan sedang fokus pada penanganan konflik perang suku di wilayah Puncak Jaya.
"Memang yang bersangkutan sebelumnya pernah diamankan, namun berhasil melarikan diri saat situasi penanganan konflik berlangsung. Ke depan, kami terus memperkuat pengamanan dan prosedur agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani menegaskan, aparat bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan bersenjata. Pihaknya tidak mentolerir pelaku kejahatan di Papua.
"Penindakan terhadap DPO ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku," ujar Faizal.
BERITA TERKAIT
-
Lagi, Aparat Tangkap 2 Pemasok Amunisi ke KKB Papua di Jayapura
-
Kontak Senjata dengan KKB di Maybrat, 2 Prajurit TNI Gugur
-
Petinggi KKB Meno Heluka yang Tembak Mati Prajurit TNI di Yahukimo Ditangkap
-
TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap
-
2 Anggota KKB Pembunuh Polisi di Yahukimo Ditangkap, Diburu Sejak 2022