JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akan menerapkan skema baru dalam efisiensi anggaran untuk mengantisipasi dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Efisiensi akan menyentuh seluruh kementerian.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menggelar Rapat Koordinasi Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran kemarin. Efisiensi menjadi opsi paling mungkin ditempuh.
Dalam unggahan Instagram resmi @sekretariat.kabinet, disebutkan salah satu opsi yang akan diambil oleh pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah adalah penyesuaian kembali anggaran belanja pemerintah.
"Dalam rapat tersebut, didiskusikan beberapa perencanaan yang akan diambil pemerintah serta rencana penyesuaian kembali anggaran pada belanja kementerian lembaga yang ada," tulis keterangan Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (17/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, turut hadir juga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rachmat Pambudy.
Ditegaskan juga saat ini pemerintah masih memantau perkembangan situasi secara global. Pengambilan keputusan kebijakan fiskal akan dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global secara dinamis sebelum mengambil keputusan kebijakan fiskal yang lebih jauh," tulis keterangan yang sama.
BERITA TERKAIT
-
Prabowo Teken Perpres, Tunjangan Kinerja TNI-Pegawai Kemhan Resmi Naik
-
Prabowo Pilih Kuntadi jadi Jampidsus: Ditunggu 3 Kasus Mega Korupsi yang Seret Febrie
-
Prabowo Sudah Setujui Calon Jampidsus Pengganti Febrie, Keppres Diteken Pekan ini
-
Prabowo Ungkap Sudah Naikkan Gaji Hakim 300%: Lumayan, jangan Mau Disogok
-
Kuntadi Diusul jadi Jampidsus Kejagung, Sudah di Meja Prabowo