JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Partai Nasdem akan menggelar konvensi calon presiden lebih cepat. Partai besutan Surya Paloh ini menjadwalkan star menuju pilpres di 2022.
"Kita akan bangun koalisi. Nasddem terbuka untuk itu. Karena kita ingin menghasilkan capres yang benar benar bisa didorong di Pilpres," ujar Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate dalam keterangan pers, Kamis (25/2/2021).
Diakui Johnny, konvensi dilakukan lebih cepat agar bisa membangun koalisi dengan parpol lain. Pasalnya perolehan suara Nasdem pada Pemilu 2019 tidak mencukupi untuk mengusung sendiri pasangan capres.
Ditanya siapa saja yang kemungkinan jadi parpol koalisi, Johnny mengaku Nasdem terbuka bagi siapa saja. Tentunya kata dia, partai-partai yang memiliki kesamaan platform.
"Terlalu dini kalau disebutkan sekarang. Tapi kan nanti akan terbangun komitmen bersama. Siapa saja itu, ya kita lihat nanti," jelasnya.
Johnny menegaskan, Nasdem tidak akan melakukan konvensi apabila koalisi tersebut ternyata tidak memiliki jumlah suara yang cukup untuk mencalonkan presiden. Karena persyaratan presidential threshold 20 persen maka Nasdem hanya akan melakukan konvensi dengan terlebih dahulu memastikan tiket presidential threshold terpenuhi.
Ia menambahkan, koalisi yang dibangun itu tidak terbatas untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden, tetapi terbuka seluas-luasnya.
Adapun rangkaian konvensi capres itu rencananya dimulai pada 2022. Johnny mengatakan, konvensi digelar sebagai bukti bahwa Nasdem adalah partai yang terbuka.
Ia menyebut, konvensi capres yang digelar partainya akan mengedepankan prinsip transparansi dan pendekatan bottom-up sehingga berefek pada penguatan kelembagaan Partai Nasdem.
"Kita terbuka menerima pandangan dari mana saja. Ini sebagai penegasan bahwa Nasdem adalah partai yang terbuka. Partai Nasdem ini inklusif," imbuhnya.
BERITA TERKAIT
-
Dasco Jawab Soal Gerindra-NasDem Merger: Ini Isu dari Mana
-
Wacana Gerindra-NasDem Gabung Menguat, Saan: Belum Dibahas Internal
-
NasDem Jawab Rusdi Masse Pindah ke PSI: Tak Ada Pengunduran Diri
-
Usai Dinonaktifkan, NasDem Minta Gaji dan Tunjangan Sahroni-Nafa Urbach Dihentikan
-
NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR