SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Warga BTN Bumi Pabbulu, Kelurahan Bulupabbulu, Kabupaten Wajo menyoroti kinerja Perumda Tirta Danau Tempe PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Wajo. Warga mengeluhkan air yang tak kunjung mengalir.
"Dengan nahkoda baru, kami mengira ada perubahan yang signifikan. Tapi nyatanya, kami masih mengalami kesulitan air," ujar salah satu warga dan diamini warga lainnya.
Nasir Rahim atau akrab disapa Bang Ucok, pemerhati sosial yang memiliki pengalaman soal teknis air bersih mengatakan, ditinjau dari standar kebutuhan air bersih untuk suatu wilayah perkotaan, memang sudah seharusnya PDAM atau Perumda Tirta Danau Tempe memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 100 liter/detik sampai dengan 200 liter/detik. PDAM Wajo juga seharusnya didukung intake, reservoar, Instalasi Penjernihan air (IPA) sampai dengan jaringan distribusi yang memadai.
"Bila hal ini tidak terpenuhi, kami yakin pelayanan optimal tidak akan terpengaruhi," ujarnya
Terpisah Direktur Perumda Tirta Danau Tempe PDAM Kabupaten Wajo, Andi Gusti Makakrodda menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut. Ia beejanji akan berbenah dan melakukan berbagai langkah untuk perbaikan pengelolaan air PDAM Wajo.
" Kepada seluruh masyarakat BTN Bumi Pabbulu, Kelurahan Bulupabbulu, dan segenap pelanggan PDAM Wajo yang kami hormati. Pertama-tama, atas nama PDAM Wajo, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang telah dialami Bapak/Ibu akibat pelayanan air bersih yang belum optimal. Kami mendengar dan memahami sepenuhnya keluhan serta harapan masyarakat," ucap AGM, sapaan akrabnya
Sebagai bentuk komitmen perbaikan, dalam dua minggu pertama sejak dilantik, AGM mengaku telah mengambil langkah teknis. Di antaranya,
1. Optimalisasi Peralatan: Kami tengah mengoptimalkan fungsi peralatan yang ada untuk meningkatkan kualitas air, khususnya dari segi kejernihan.
2. Peningkatan Layanan Pengaduan: Kami secara proaktif membuka dan mendorong penggunaan saluran pengaduan pelanggan. Data dari saluran ini menjadi prioritas kami untuk menentukan titik-titik permasalahan yang harus diselesaikan segera.
3. Evaluasi Infrastruktur: Kami sangat menyadari bahwa usia dan kondisi sebagian fasilitas yang kurang terawat menjadi akar masalah sehingga layanan tidak maksimal. Hal ini menjadi fokus evaluasi mendalam kami.
4. Analisisa untuk Solusi yang Adil: Kami sedang menganalisis pola distribusi secara menyeluruh untuk menemukan solusi yang lebih adil, mengingat adanya ketidakseimbangan dimana sebagian pelanggan mengalami kekurangan sementara yang lain juga belum terlayani dengan baik.
"Kami bertekad untuk segera melakukan penjadwalan ulang (reschedule) dan penyesuaian jaringan distribusi agar dapat memenuhi harapan warga. Semoga memungkinkan bulan depan. Sekali lagi, saya selaku pimpinan memohon maaf atas kondisi yang belum maksimal ini. Kepercayaan dan dukungan masyarakat adalah modal utama kami untuk bekerja lebih keras dalam memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik, lebih adil," tutupnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Terdampak Proyek Jargas, Puluhan Titik Instalasi Air di Wajo Bocor
-
Permudah Pembayaran Pelanggan, PDAM Gandeng Bank Mandiri
-
DPRD Wajo Cari Solusi ke Balai Pompengan Soal SPAM PDAM di Maniangpajo tak Difungsikan
-
Penyaluran Air Bersih di Kelurahan Tempe Dikeluhkan, PDAM Wajo: Lagi Bermasalah
-
PDAM Wajo Catat Tunggakan Pembayaran Pelanggan Capai Rp2 M