TOP SEPEKAN: 3 Siklon Tropis Kepung Indonesia; BNN Musnahkan 233 Kg Ganja - 113 Kg Sabu
Selain sabu, ganja, ekstasi, BNN juga memusnahkan berbagai jenis prekursor dan bahan kimia berbahaya.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, Indonesia saat ini dikepung oleh tiga siklon tropis. Siklon tropis ini kata dia, berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Kabar ini menempati rating terfavorit PEDOMANMEDIA pekan ini. Disusul kabar soal pemusnahan ratusan kilogram narkoba oleh BNN.
Kami mengulasnya kembali dalam TOP SEPEKAN.
BMKG menyebut, 3 siklon tropis yang mendekati wilayah Indonesia berpotensi memicu cuaca ekstrem.
"Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama, siklon Bakung," kata Faisal dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, dikutip dariYoutube Sekretariat Presiden, Jumat (19/12/2025).
Faisal menyebut suhu di laut permukaan Indonesia lebih hangat dari biasanya. Kondisi tersebut telah membentuk satu siklon tropis Bakung dan bibit siklon 93S dan 95S.
"Ada anomali iklim dunia sehingga bencana hidrometereologi di Indonesia cukup tinggi akhir-akhir ini," ujarnya.
Situasi ini membawa dampak serius bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia. Dalam konteks ekonomi, pakar Ekonomi Islam dan Pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, PhD mengatakan siklon tropis dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang struktur ekonominya masih bertumpu pada sektor primer.
Siklon Tropis Memperlambat Pembangunan
Dyah menilai siklon tropis merupakan bentuk guncangan eksternal yang berpotensi memperlambat proses pembangunan ekonomi. Saat bencana terjadi, aktivitas produksi terganggu, rantai pasokan terputus, dan daya beli masyarakat melemah.
"Dampaknya tidak hanya pada kerusakan aset, tetapi juga pada terganggunya rantai pasokan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan angka kemiskinan, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor-sektor rentan," jelasDyah dalam lamanUMY, Jumat (19/12/2025).
Sektor pertanian dan perikanan termasuk sektor paling rentan terdampak siklon tropis. Curah hujan ekstrem dan angin kencang berpotensi merusak tanaman, gagal panen, hingga kehilangan hasil produksi. Dampak tersebut menekan pendapatan petani dan mengancam ketahanan pangan.
Lebih lanjut, kerusakan sarana-prasarana perikanan dan terganggunya aktivitas melaut membuat nelayan kehilangan sumber penghidupan. Dampaknya bisa berlangsung lama.
"Pada sektor perikanan, dampaknya bisa berlangsung cukup lama. Nelayan tidak dapat langsung kembali melaut karena alat dan infrastruktur yang rusak. Kondisi ini turut memengaruhi pasokan hasil laut dan stabilitas ekonomi masyarakat pesisir," ungkap Dyah.
Jumlah wisatawan di wilayah pesisir dan kepulauan juga dapat mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha lokal serta tenaga kerja yang bergantung pada sektor pariwisata.
Dyah juga menyoroti kerusakan infrastruktur yang memperparah dampak ekonomi akibat siklon tropis. Kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas publik menyebabkan distribusi barang terhambat dan biaya logistik meningkat.
"Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi regional dan memperlebar kesenjangan antarwilayah," ungkapnya.
Menyelamatkan Generasi dari Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan berbagai jenis narkotika dari hasil pengungkapan beberapa bulan terakhir. Narkotika yang dimusnahkan yakni 113 kg sabu, 233 kg ganja, hingga 5.044 butir ekstasi.
"Angka ini bukan sekadar statistik. Jika dikonversikan pemusnahan barang bukti ini, berarti kita telah berhasil menyelamatkan lebih dari 690 ribu jiwa anak bangsa dari potensi penyalahgunaan narkotika," kata Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (17/12/2025).
Suyudi mengatakan narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan pengungkapan kasus periode Oktober-Desember 2025. Dia mengatakan kasus narkotika itu dari berbagai jaringan yang beroperasi di lintas wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.
"Dari rangkaian pengungkapan kasus tersebut, termasuk di dalamnya adalah pengungkapan clandestine laboratory atau laboratorium gelap narkotika di wilayah Banten, serta juga dengan pengamanan jalur perbatasan dan jalur logistik, akhirnya kita telah mengamankan barang bukti dalam jumlah yang cukup signifikan," ujarnya.
Dia mengatakan ada narkotika yang disita dari laboratorium gelap di wilayah Banten. Selain sabu, ganja, ekstasi, BNN juga memusnahkan berbagai jenis prekursor dan bahan kimia berbahaya.
"Pada kesempatan yang baik ini, BNN RI dengan instansi terkait akan memusnahkan barang bukti secara bersama-sama. Yang pertama adalah narkotika jenis sabu seberat 113,2 kilogram, narkotika jenis ganja seberat 233,8 kilogram, ekstasi sebanyak 5.044 butir, serta berbagai jenis prekursor dan bahan kimia berbahaya hasil sitaan dari laboratorium gelap, baik dalam bentuk padat maupun cair," ujarnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
