Muh. Syakir : Minggu, 21 Februari 2021 17:25
Truk melakukan bongkar muat di Pasar Sentral Sengkang.

SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Kemacetan makin parah di seputaran Pasar Sentral Sengkang, Wajo. Kemacetan dipicu oleh aktivitas bongkar muat truk dan parkiran yang semrawut.

Pemkab Wajo mengakui sulitnya mengatur kawasan itu. Terutama pada jam-jam padat aktivitas. Karena itu, pemkab kini memikirkan formulasi untuk bongkar muat.

"Kita tengah berupaya melakukan langkah langkah untuk mengatasi permasalahan kemacetan tersebut. Memang di sana aktivitas bongkar muat sangat padat. Itu salah satu pemicunya," terang Kadishub Wajo Andi Hasanuddin, Minggu (21/2/2021).

Menurut Hasanuddin, pihaknya sedang mengatur langkah langkah penertiban. Truk yang tidak mematuhi ketentuan bongkar muat akan ditindak. Begitu juga kendaraan yang menyalahi aturan parkir akan ada sanksi.

"Ini secepatnya akan kami tindak lanjuti dan carikan solusi agar akses lalu lintas tidak lagi macet. Kita upayakan akan baik dan teratur," ujarnya

Salah satu solusi yang ditawarkan Dishub adalah menyiapkan area bongkar muat untuk seputaran Pasar Sentral. Sekarang sedang dikaji lokasinya. Kemungkinan nanti di bagian belakang dekat pasar yakni pelataran Terminal Callaccu Sengkang.

Jadi kendaraan nanti bisa diarahkan ke sana memarkir kendaraan dan melakukan aktivitas bongkar muat barang. Ini agar truk tidak melakukn bongkar muat pada titik titik rawan.

"Cuman terkadang juga ada yang membandel para pengendara kalau petugas di lapangan tidak ada. Kadang seenaknya memarkir kendaraan namun ini tentu akan kami tindak nantinya," tegas Hasanuddin.

Ia mengatakan, bukan hanya truk sebenarnya yang jadi pemicu kemacetan. Termasuk pengunjung pasar juga sering memarkir kendaraannya di area bongkar muat.

Ditambah lagi pengendara bemor yg jumlahnya semakin hari semakin banyak dan mendominasi area parkir. Pedagang yang dulunya datang naik kendaraan umum sekarang kebanyakan datang dengan mobil pribadi dan memarkir kendaraan di bagi jalan.

"Inilah ke depan kita akan atur dan tata lebih baik dan juga siapkan berbagai langkah ataupun mungkin dengan tindakan dan aturan aturanya" terangnya.

Berdasarkan informasi data kata Hasanuddin, 5 tahun terakhir rata rata kendaraan yang terjual sekitar 1.500 unit/tahun dan terus mengalami peningkatan. Sementara luas area parkir tidak bertambah.

"Mudah mudahan ke depan pada pembangunan RTH nanti di dalamnya terdapat area parkir yang diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di seputaran pasar sentral tersebut," imbuhnya.