WASHINGTON, PEDOMANMEDIA - Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan suku cadang dan peralatan militer senilai USD 330 juta atau setara Rp5,51 triliun ke Taiwan. Tindakan AS memicu kemarahan China.
Ini adalah penjualan militer pertama AS ke Taiwan sejak Presiden Donald Trump menjabat pada awal 2025. Saat ini, China mengeklaim pulau tersebut sebagai bagiannya, namun klaim itu ditolak keras oleh Pemerintahan Taiwan.
Sejak lama AS menjadi penyuplai terbesar senjata ke Taiwan yang dibayangi ancaman serangan China terkait klaim kedaulatan tersebut.
Laporan penjualan senjata AS disampaikan Kementerian Luar Negeri Taiwan pada Jumat (14/11). Mereka mengungkap suku cadang dan alat yang akan dijual termasuk komponen pesawat tempur.
"Ini menandai pertama kalinya pemerintahan Trump yang baru mengumumkan penjualan senjata ke Taiwan," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan seperti dikutip dari Reuters.
Terpisah, Badan Kerja Sama Keamanan dan Pertahanan AS mengatakan komponen yang dijual termasuk suku cadang perbaikan, bahan habis pakai dan aksesori, serta dukungan perbaikan dan pengembalian untuk pesawat F-16 dan C-130.
Kementerian Luar Negeri China langsung bereaksi negatif terhadap pengumuman penjualan senjata tersebut. Mereka menegaskan penolakan tegas terhadap langkah AS itu.
“Penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip satu China,” kata juru bicara Kemlu China, Lin Jian.
“China sangat tidak puas dan menolak keras hal ini,” sambungnya.