JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Kesehatan mengklaim mutasi baru Corona di Afrika, Inggris dan Brasil belum ditemukan di Indonesia. Langkah cepat menutup pintu masuk RI sejak Desember dinilai cukup efektif.
"Belum ditemukan kasus Corona varian baru yang ada di London dan Afrika. Tapi kita belum bisa menjamin bahwa benar benar tak ada kasus ini," terang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, Sabtu (10/2/2021).
Budi mengatakan, pemerintah akan terus melakukan pelacakan terhadap kemungkinan adanya kasus ini. Sebagai sejak Januari ditemukan beberapa pasien dengan gejala serupa di Asia.
Menurutnya, yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana memperbaiki sistem proteksi kita. Agar virus baru ini dideteksi dini jika benar sudah masuk Indonesia.
Budi menyebutkan, periode Januari hingga Februari 2021, telah diperiksa 180 sampel.
Angka itu lebih tinggi dibanding perolehan tahun lalu di mana hanya memeriksa 170 sampel sepanjang tahun 2020.
Sehingga frekuensi dalam satu setengah bulan ini jauh lebih tinggi dari sepanjang 2020. Kata Budi, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Riset dan Teknologi telah menyiapkan 12 laboratorium untuk memeriksa mutasi virus tersebut.
"Kita cukup konsentrasi ke sini. Kita harap virus baru ini bisa dibendung sehingga menekan angka kasus Covid-19 lebih maksimal," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
Kasus Super Flu Menyebar, Menkes Budi: Tidak Mematikan!
-
WHO Bela China, Bantah Kebocoran Lab Wuhan Sebagai Sumber Covid-19
-
Menkes Beri Kabar Baik: Belum Ada Cacar Monyet di Indonesia
-
Menkes Beri Kabar Baik: Cacar Monyet Belum Masuk Indonesia
-
Menkes Beri Alarm: Kepulangan Jemaah Haji Bisa Picu Gelombang Corona