Jokowi Diminta Akhiri PPKM, Hanya Membuat UMKM Makin Terpuruk
Protokol kesehatan bisa tetap dijalankan tanpa harus menerapkan PPKM. Perputaran ekonomi jangan sampai terus dibatasi oleh durasi.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah diminta tak lagi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan ini hanya akan semakin memperparah keterpurukan ekonomi masyarakat.
"Hampir tidak ada dampak signifikan dari PPKM. Sudah 4 kali diperpanjang tapi kasus pandemi justru semakin naik. Malah ekonomi yang terimbas buruknya," kata pegiat ekonomi kecil Salmawati Radi, Sabtu (20/2/2021).
Menurut Salma, pemerintah harus memikirkan formulasi alternatif. Formulasi itu harus berbasis pada upaya mendorong kebangkitan ekonomi rakyat.
Ia menyebutkan, protokol kesehatan bisa tetap dijalankan tanpa harus menerapkan PPKM. Di antaranya dengan memperketat interaksi orang per orang pada wilayah tertentu. Akan tetapi pada perputaran ekonomi jangan dibatasi oleh durasi waktu.
"Sekarang ekonomi terpengaruh sangat dalam karena ada batasan waktu. Jam malam yang berlaku sampai pukul 22.00 sangat tidak tepat. Sementara banyak usaha rakyat yang jalannya di malam hari. Ini yang banyak kehilangan ruang. Saya kira harus segera diakhiri," paparnya.
Salma juga mengatakan, daerah daerah dengan kasus melandai harusnya lebih longgar dalam memberi ruang bagi pelaku ekonomi. Pasalnya, ekonomi kecil saat ini sedang berusaha bangkit di tengah menurunnya daya beli masyarakat.
Pemerintah menetapkan PPKM skala mikro berlaku hingga 22 Februari. Kebijakan ini sebagai pengganti PPKM yang dinilai tak efektif.
PPKM skala mikro ini akan menyasar penanganan laju Corona di hulu seperti di pedesaan. Setiap desa akan buat posko untuk melacak penambahan kasus.
Dalam PPKM berskala mikro setiap desa bisa mendirikan posko tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tim pelacak untuk melakukan penelusuran penyebaran Covid-19. Posko ini akan melibatkan perangkat kesehatan, aparat desa dan berbagai elemen lainnya.
Dengan penanganan di hulu, akan terdeteksi lebih dini potensi penyebaran wabah. Upaya menekan laju pandemi juga lebih efektif karena dalam ruang lingkup yang lebih kecil.
Upaya perbaikan di wilayah hulu menjadi pekerjaan rumah semua lini. Tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan. Karena yang namanya pandemi, kedaruratan medik itu adalah intervensi muktisektor.
Presiden Joko Widodo menilai "jam malam" dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak efektif mencegah laju pandemi. Kepala negara meminta kebijakan ini dikaji ulang.
Kata Jokowi butuh formulasi baru karena terbukti apa yang ditempuh sejauh ini tak efektif (PPKM). Harus ada kajian ulang agar Covid bisa ditekan.
