Muh. Syakir : Minggu, 31 Agustus 2025 18:43
Vieri Heriansyah Risaf

WAJO, PEDOMANMEDIA — Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan penggunaan material ilegal pada proyek strategis pengendalian banjir Sungai Walennae–Cenranae di Kabupaten Wajo. HMI menduga ada penyimpangan dalam proyek ini.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Hana dan ditargetkan rampung pada 19 Desember 2025. Proyek menelan anggaran Rp7,4 miliar.

HMI mengemukakan, hasil pantauan tim di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan kontrak maupun RAB. Material batu yang digunakan disebut tidak memenuhi spesifikasi kualitas dan ukuran,

"Bahkan diduga berasal dari tambang tanpa izin resmi. Selain itu, pemasangan batu banyak yang berongga dengan campuran semen-pasir yang dianggap tidak sesuai standar mutu," ujar Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Regional (PPR) Badko HMI Sulsel, Vieri Heriansyah Risaf, Ahad (31/8/2025).

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan. Padahal, proyek ini sangat vital untuk pengendalian banjir.

Vieri Heriansyah Risaf, menegaskan perlunya peran aktif aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyimpangan.

“Kami meminta aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, segera menelusuri dugaan penggunaan material ilegal pada proyek ini. Jangan sampai ada pembiaran yang akhirnya merugikan negara dan masyarakat. Proyek strategis semestinya dikerjakan dengan kualitas terbaik, bukan sekadar asal jadi,” ujarnya.

Seorang warga setempat juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, ukuran batu yang seharusnya mencapai 100–200 kg tidak terpenuhi di lapangan.

“Kami menyayangkan proyek miliaran rupiah ini jika hanya dikerjakan asal jadi tanpa memperhatikan kualitas jangka panjang. Kami berharap PPK dan konsultan pengawas ketat dalam mengawasi agar tidak terulang kasus dua tahun lalu di Desa Ujungpero, Kecamatan Sabbangparu, yang cepat rusak,” ungkapnya.

Hingga berita ini rilis, pihak PPK, konsultan pengawas, maupun kontraktor pelaksana belum berhasil dimintai tanggapan. Tim media di lokasi hanya menemukan sejumlah pekerja tanpa kehadiran penanggung jawab proyek.