PANGKEP, PEDOMANMEDIA - Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPD PDIP Sulsel melaporkan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum kepala dusun (Kadus) atas suruhan kepala desa (Kades). Dimana, Kadus tersebut mengancam mencabut aliran air karena Kamariah telah mengikuti sosialisasi salah satu Paslon di Pilkada Pangkep.
Koordinator Badan Bantuan Hukum dan Advokasi PDIP Sulsel, Andi Walinga mengatakan, laporan ke Polres Pangkep tersebut dilakukan karena diduga ada tendensi politik yang dilakukan oknum Kadus atas dasar perintah Kepala Desa (Kades) Taraweang.
"Kamariah tiba-tiba dilarang mengambil air di saudaranya. Sebelumnya Kamariah lancar mengambil air bersih di saudaranya. Ternyata, usut punya usut, Kamariah baru saja mengikuti pertemuan (sosialisasi) salah satu calon," katanya, Selasa (6/10/2020).
"Kemudian, datang Kadus itu ke saudara Kamariah, Mira dan menyampaikan jangan kasikan lagi air (Kamariah). Kalau masih dikasi nanti diputus airnya," sambungnya.
Atas dasar dugaan intimidasi tersebut, Kamariah tidak pernah lagi mengambil air di rumah saudaranya tersebut.
"Apalagi ditambah, saudaranya mau ada acara hajatan (perkawinan). Sehingga, Kamariah bersusah paya ke lain kampung mengambil air yang jarak tidak dekat. Bahkan sampai dua hari dia (Kamariah) tidak mandi. Ambil air untuk minum saja," bebernya.
Tim Hukum PDIP Sulsel menuntut agar pihak desa tetap mengizinkan Kamariah mengambil air seperti semula ke rumah saudaranya.
"Jangan ada intimidasi, jangan ada pengancaman. Itu kan bukan milik pribadi, tapi milik publik (APBDes), bantuan. Karena negara yang punya," ungkapnya.
"Apa yang membuat Kadus melarang saudaranya Kamariah mengambil air ternyata Kamariah baru saja mengikuti sosialisasi salah satu Paslon. Menurut pak dusun katanya diperintahkan sama Kades," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
DPO Narkoba di Pangkep Bebas Berkeliaran, Polisi Dinilai tak Serius
-
Warga Geruduk Tambang Ilegal di Pangkep, Ada Wartawan-LSM Jadi Beking
-
Pria di Pangkep Bacok Istri Berkali-kali, Diduga Alami Gangguan Jiwa
-
Gegara Ampas Tahu, Ayah dan Anak Tikam Seorang Jukir di Pangkep
-
Puluhan Warga di Pangkep Keracunan Usai Hadiri Pesta Pernikahan