Rabu, 09 Juli 2025 16:19

Program JKN Dampingi Perjuangan Alfrida Melawan Tumor Kista Ovarium

Program JKN Dampingi Perjuangan Alfrida Melawan Tumor Kista Ovarium

Kini, setelah melalui masa-masa sulit tersebut, ia merasa hidupnya mendapatkan kesempatan kedua.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Selama siklus menstruasi, biasanya kista ini muncul dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa diketahui karena tidak menimbulkan gejala.

Namun, jika kista ovarium dibiarkan tumbuh dan membesar, dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri serta bahkan membahayakan nyawa.

Inilah yang dialami oleh salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Alfrida Sesa (34), seorang wanita asal Tikala, Kabupaten Toraja Utara.

Baca Juga

Saat dihubungi oleh Tim Jamkesnews pada Kamis (22/05). Alfrida menceritakan perjuangannya melawan tumor kista ovarium yang dialaminya pada tahun 2023, tepat di tengah masa kehamilan anak ketiganya.

“Awalnya saya sedang menjalani pemeriksaan untuk persiapan melahirkan anak ketiga saya di Rumah Sakit Elim Rantepao pada awal bulan Maret tahun 2023. Tapi saat diperiksa, dokter menemukan adanya kista besar di ovarium saya hingga saya didiagnosa memiliki tumor kista ovarium. Mengingat adanya keterbatasan alat di rumah sakit tersebut, saya langsung dirujuk ke RS Siloam Makassar,” ungkap Alfrida.

Setelah dirujuk, ia menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan hingga harus menjalani operasi besar untuk pengangangkatan tumor tersebut.

“Selama kurang lebih tiga bulan saya bolak-balik Toraja Makassar untuk menjalani pemeriksaan mulai dari pemeriksaan awal CT-Scan, maupun pemeriksaan lainnya sebelum operasi,” kenangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses pemulihan setelah operasi, dirinya sempat menerima tambahan darah sebanyak sembilan belas kantong. Jumlah yang tidak sedikit, namun semua kebutuhan medisnya tetap ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sampai harus masuk ruang HCU selama dua malam setelah operasi. Bahkan sempat menerima tambahan darah hingga sembilan belas kantong karena kondisi saya cukup serius waktu itu. Untungnya selama proses tersebut, saya tidak membayar apa pun karena telah ditanggung Program JKN,” lanjutnya.

Alfrida mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses pengobatan yang ia jalani, mulai dari pemeriksaan awal, rujukan, tindakan medis, operasi, hingga perawatan pascaoperasi,semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.

“Saya benar-benar tidak membayar apa-apa. Semuanya gratis, mulai dari awal sampai saat ini sembuh. Saya sangat terbantu karena tidak punya biaya besar untuk berobat ke rumah sakit seperti itu. Kalau bukan karena JKN, saya tidak tahu bagaimana nasib saya apalagi saya hanya ibu rumah tangga pemasukan keluarga hanya dari suami,” ucapnya dengan penuh haru.

Dalam perjalanannya, dokter sempat menyarankan agar Alfrida menjalani kemoterapi. Namun, kondisi tubuhnya terus membaik dan ia tidak perlu menjalani kemoterapi seperti yang diperkirakan sebelumnya.

“Puji Tuhan, saya bisa sembuh dan sampai sekarang tidak pernah menjalani kemo. Itu merupakan suatu kesyukuran buat saya,” ujarnya.

Kini Alfrida telah kembali beraktivitas seperti biasa dan menikmati hari-harinya bersama ketiga anaknya. Ia berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap aktif menjadi peserta JKN, karena manfaatnya benar-benar nyata saat dibutuhkan.

Kini, setelah melalui masa-masa sulit tersebut, ia merasa hidupnya mendapatkan kesempatan kedua. Ia pun tak henti-hentinya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Program JKN yang telah membantunya melewati salah satu fase terberat dalam hidup.

“Kalau bukan karena Program JKN, saya tidak tahu harus bagaimana. Biaya berobat di rumah sakit besar dengan alat-alat canggih tentu sangat mahal. Tapi saya bisa menjalani semuanya tanpa beban biaya. BPJS Kesehatan sungguh luar biasa. Saya doakan BPJS Kesehatan tetap jaya dan terus membantu banyak masyarakat,” tambahnya.

Editor : Muh. Syakir
#Program JKN #BPJS Kesehatan
Berikan Komentar Anda