Muh. Syakir : Kamis, 11 Februari 2021 14:12
Kalatiku Paembonan

TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan membantah statemen Direktur PDAM Markus Lempang yang menyebut dirinya punya banyak pegawai titipan di PDAM. Kalatiku menyebut ia tak pernah mengintervensi sejauh itu.

"Janganlah. Saya tidak ada titipan di sana, bagaimana," ungkapnya, Kamis (11/2/2021).

Kalatiku menjelaskan ia hanya memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang mendaftar untuk dipertimbangkan di OPD terkait.

"Misalnya kan datang orang. Kan itu dipertimbangkan kalau memang masih ada berkemungkinan untuk orang berpartisipasi. Itu tidak berarti saya titip," ujarnya.

Kalatiku menyebutkan tidak hanya ke PDAM, semua rakyat yang ingin bekerja, itu hanya diteruskan ke dinas yang bersangkutan.

"Sampai batas itu saja, tidak berarti bahwa itu orang saya. Jadi saya cuma meneruskan itu. Disposisinya pasti untuk dipertimbangkan. Kalau memang masih ada kosong, silakan. Kalau tidak ada, jangan," terangnya.

Sehari sebelumnya Direktur PDAM Toraja Utara Markus Lempang membantah indikasi "uang pelicin" dalam pengangkatan pegawai di lingkup PDAM. Ia menyebut, pegawai PDAM dominan adalah titipan para pejabat.

"Memang rata-rata titipan. Keluarganya bupati, wakil bupati, dewan. Den duka aku batang keluargaku (ada juga keluarga saya) yang sesuai dengan kebutuhan. Saya tidak bisa menghindar dari situ," ujar Markus saat dikonfirmasi PEDOMANMEDIA, Rabu malam (10/2/2021).

Di group Whatsapp Toraja, Markus juga membantah soal uang pelicin ini. Tapi ia mengakui pegawai yang terangkat rata-rata titipan.

Markus tak merinci berapa banyak pegawai titipan bupati, wabup maupum dewan. Ia juga tak menyebutkan berapa banyak keluarganya yang ia masukkan.

Kasus "uang pelicin" mencuat setelah sejumlah pegawai di internal PDAM Toraja Utara membongkar praktik ini. Kata mereka praktik itu sudah berlangsung lama.

Pegawai yang terangkat diduga dipungut bayaran bervariasi. Dari Rp20 juta hingga Rp25 juta.