Rabu, 10 Februari 2021 09:07

Kasus Corona Bisa Tembus 2 Juta Bulan Mei, Menkes Beri Alarm

Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin

Menkes mengatakan, ia telah menyampaikan hal itu kepada presiden bahwa dalam satu dua bulan ke depan akan terjadi kenaikan kasus. Semua elemen masyarakat jangan panik.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menkes Budi Gunadi Sadikin memberi alarm akan adanya gelombang kasus Corona dalam dua bulan ke depan. Kurva yang naik diramal bisa menembus 2 juta kasus di bulan Mei.

Namun Menkes meminta masyarakat tak perlu panik. Pemerintah akan menggencarkan tes Corona. Testing akan dilakukan pada orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Jangan panik. Kita berupaya terus menekan kasus dan menggencarkan testing. Protokol kesehatan harus lebih ketat lagi," jelas Menkes, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga

Menkes mengatakan, ia telah menyampaikan hal itu kepada presiden bahwa dalam satu dua bulan ke depan akan terjadi kenaikan kasus. Semua elemen masyarakat tak usah panik, begitulah imbauan Budi. Data riil Corona di lapangan kata Menkes itu lebih baik terlihat untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

"Nah saya bilang ke Bapak Presiden saya juga ingin update di forum terhormat ini, bapak-ibu tidak usah panik, lebih baik kita terlihat riilnya seperti apa, sehingga strategi kita benar daripada kita melihat seakan-akan sedikit kita senang, padahal yang kenyataannya jauh lebih banyak sehingga langkah langkah kita salah," ucapnya.

Budi Gunadi Sadikin juga memberikan penjelasan terkait anggaran bantuan untuk pasien COVID-19 isolasi mandiri di rumah senilai Rp 479 miliar. Anggaran ini disoroti sejumlah anggota Komisi IX DPR RI. Budi Gunadi menyebut sebagian besar anggaran Rp 479 miliar itu akan digunakan untuk memenuhi keperluan obat-obatan hingga vitamin.

"Banyak pertanyaan kenapa isolasi di rumah dikasih anggaran. Itu sebenarnya terkait sebagian besar untuk obat-obatannya, Pak," kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Budi mengatakan masyarakat yang teridentifikasi positif Corona dengan gejala ringan akan diisolasi mandiri di rumah. Lalu pemerintah akan memberikan obat-obatan hingga vitamin dari anggaran tersebut.

"Jadi, walaupun dia sudah teridentifikasi, tapi ringan, dia dimasukkan di rumah. Kalau dia positif konfirmasi kita kasih minimum obat-obatan, vitamin, dan antivirus oseltamivir. Tapi kalau dia hanya kontak erat kita kasih vitamin-vitamin saja," ucapnya.

Budi menyampaikan rencana anggaran tersebut berdasarkan aturan dari WHO. Dia menyebut, berdasarkan WHO 80 persen dari 1 juta masyarakat yang terkonfirmasi positif Corona hanya perlu dirawat di rumah.

"Memang bapak-ibu, aturan WHO setiap 1 juta yang terkonfirmasi positif, 80 persen hanya butuh dirawat di rumah, 20 persen saja yang masuk rumah sakit. Itu yang jadi dasar kita untuk hitung berapa banyak anggaran untuk isolasi, dan berapa banyak anggaran untuk terapeutik ini," ujarnya.

Editor : Muh. Syakir
#Menkes Budi Gunadi Sadikin #Lonjakan Kasus Corona
Berikan Komentar Anda