Muh. Syakir : Kamis, 17 April 2025 20:47
Bakri

TATOR, PEDOMANMEDIA - Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus memberikan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para pensiunan. Program JKN terbukti telah membantu banyak peserta mendapatkan layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara, seperti halnya yang dialami oleh Bakri (62), seorang Pensiunan PNS asal Baroko, Kabupaten Enrekang.

Di umur yang tidak mudah lagi, membuat kesehatan menjadi perhatian utama bagi Bakri yang baru pertama kali memanfaatkan layanan JKN untuk berobat. Seperti saat ini, ia ke rumah sakit karena asam lambung yang ia derita selama tiga bulan terakhir. Ia mengaku sangat terbantu dengan prosedur yang ada.

“Ini pertama kalinya saya pakai JKN sejak pertama kali saya terdaftar sewaktu namanya masih PT. Askes dulu. Tentunya ini menjadi pengalaman yang berharga bagi saya ketika membutuhkan pengobatan. Jadi selama tiga bulan terakhir ini, saya menderita asam lambung. Rasanya sakit di bagian perut, dada dan ulu hati. Awalnya saya berobat ke dokter praktik, tetapi tidak ada perubahan. Akhirnya saya mencoba periksa di Puskesmas Baroko kemudian atas indikasi medis, saya dirujuk ke Rumah Sakit Sinar Kasih agar bisa diperiksa lebih lanjut,” ungkap Bakri pada Tim Jamkesnews, Rabu (13/03).

Dengan rujukan yang diperolehnya dari puskesmas, Bakri kemudian mendatangi RS Sinar Kasih dan mendapatkan pemeriksaan di poli penyakit dalam. Ia mengaku proses pendaftaran dan pemeriksaan berjalan lancar tanpa hambatan.

"Saya merasa pelayanan yang diberikan sangat baik, prosesnya jelas dan tidak berbelit-belit. Dokter dan perawatnya juga ramah-ramah dan yang paling penting, saya bisa mendapatkan pengobatan tanpa harus khawatir soal biaya. Di puskesmas, saya hanya perlu mengikuti prosedur yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Bakri mengapresiasi kemudahan layanan JKN, terutama dalam hal administrasi. Ia merasa proses berobat tidak rumit dan sangat praktis karena cukup menggunakan NIK pada KTP tanpa harus mengurus berbagai dokumen tambahan. Proses pendaftaran dan pemeriksaan juga berjalan lancar tanpa hambatan.

“Saya kira prosesnya akan ribet, tapi ternyata tidak. Di puskesmas, saya cukup mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, lalu bisa langsung mendapatkan rujukan. Saat sampai di rumah sakit, saya tidak perlu repot mengurus banyak dokumen. Hanya berbekal kartu JKN atau KTP, saya sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Semua berjalan dengan mudah dan cepat,” jelasnya.

Bakri juga menekankan bahwa Program JKN sangat berguna, terutama bagi masyarakat lanjut usia yang sering memerlukan perawatan kesehatan, termasuk para pensiunan. Menurutnya di usia yang semakin menua, memiliki jaminan kesehatan yang menjamin akses pengobatan tanpa biaya menjadi hal yang sangat penting.

“Program JKN ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia dan sering mengalami masalah kesehatan. Apalagi bagi pensiunan seperti saya, tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan. Dengan Program JKN, kita bisa fokus pada kesehatan tanpa harus memikirkan beban finansial,” ungkapnya.

Bakri juga mengajak masyarakat untuk memahami prosedur layanan JKN agar bisa mendapatkan manfaat secara optimal. Ia berharap BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan yang terbaik dan semakin mempermudah akses kesehatan bagi pesertanya.

"Saya berharap BPJS Kesehatan tetap ada dan semakin baik ke depannya. Kita sebagai peserta juga harus paham cara menggunakannya dengan benar, misalnya tahu prosedur rujukan dari puskesmas dan memastikan kepesertaan kita selalu aktif. Kalau kita mengikuti prosedur yang ada, berobat dengan BPJS Kesehatan sangat mudah dan tidak merepotkan,” tutupnya.