Selasa, 09 Februari 2021 08:20

Detik-detik Pemuda di Bantaeng Tewas, Saling Bacok Hingga Tabrak Trotoar

Polres Bantaeng merilis peristiwa berdarah yang menewaskan seorang pemuda.
Polres Bantaeng merilis peristiwa berdarah yang menewaskan seorang pemuda.

Kedua korban dan tersangka kejar kejaran dengan sepeda motor. Mereka juga terlibat saling bacok sebelum korban menabrak trotoar.

BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Seorang pemuda di Kabupaten Bantaeng tewas usai kejar-kejaran dengan sepeda motor. Korban juga terlibat saling bacok di atas kendaraan sebelum menabrak trotoar.

Peristiwa berdarah ini terjadi 27 Januari lalu di Jalan Sungai Calendu Kampumg Kalimbaung, Kabupaten Bantaeng. Korban tewas bernam Tasbir (19). Satu korban lainnya bernama Fe (14).

Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar mengungkap kronologi lengkap peristiwa ini, Senin kemarin. Rachmat menyebutkan, pelaku penganiayaan adalah AK (19) dan AA (19).

Baca Juga

"Ada dua pelaku, AK umur 19 tahun dan AA juga 19 tahun. Korbannya Tasbir umur 19 dan Fe masih di bawah umur berusia 14 tahun," kata Rachmad Sumekar.

Dijelaskan, pada hari kejadian, AK dan AA, sedang nongkrong bersama teman-temannya di pinggir jalan dekat rumahnya, di Kampung Mappilawing Kecamatan Bantaeng. Tiba-tiba melintas Tasbir berboncengan dengan Fe. Keduanya diduga sengaja memancing keributan.

"Tersangka AK mengajak tersangka AA mengejar kedua korban dengan sepeda motor Merk Yamaha Fino milik tersangka AA," ujarnya.

Kedua tersangka mengejar kedua korban sampai ke jalan Lingkar Kampung Jagung tetapi saat itu kehilangan jejak. Di jalan tersebut AA meminta berhenti karena ingin buang air kecil dan AK pergi membeli rokok di sebuah warung.

Saat buang air kecil, AA tak sengaja menemukan sebilah parang berhulu tanpa sarung. Ia kemudian mengambilnya.

Selanjutnya tersangka AK mengarahkan sepeda motor untuk kembali pulang ke Kampung Mappilawing. Tiba tiba melintas di depan mereka Tasbir dan Fe.

Kedua tersangka kembali mengejar kedua korban. Namun, saat berbelok ke jalan menuju Kampung Bissampole ternyata banyak teman kedua korban.

Sontak kedua tersangka yang melintas dilempar menggunakan batu kemudian dikejar oleh lima sepeda motor termasuk kedua korban.

Setelah itu, kedua tersangka yang awalnya dikejar lima motor, tersisa hanya satu motor yakni motor yang dikendarai Tasbir d an Fe. Keduanya mengejar hingga ke pertigaan Kalimbaung.

Kejar-kejaran terus berlangsung hingga pada akhirnya kedua tersangka memepet kedua korban.

"Tersangka AK memepet motor yang dikemudikan Tasbir, saat memepet Korban Ferdi hendak menikam tersangka AK tapi sempat ditepis oleh AA," tutur Rachmat.

AA yang dari awal membawa parang membalas dengan menebaskan ke tubuh Ferdi. Tetapi ditangkis menggunakan kaki kanannya.

Setelah kejadian itu, motor yang dikemudian Tasbir oleng dan tak bisa lagi dikendalikan. Sehingga menabrak tempat sampah. Akibatnya mereka langsung terjatuh.

Menurut Rachmat, hasil visum Fe yang ditemukan tak sadarkan diri mengalami luka pada leher kanan, bengkak dan patah pada paha kiri. Serta terdapat luka tusuk pada bagian betis kanan.

Sementara, Tasbir yang ditemukan telah tewas di tempat bersimbah darah. Berdasarkan hasil visum mengalami perubahan bentuk bergeser ke dalam pada bagian dagu kiri.

Selain itu, darah keluar pada kedua telinga kanan dan kiri. Darah juga keluar pada kedua hidung, lengan kanan terpelintir dan luka lecet pada bagian dada.

"Sepeda motor yang dikendarai Tasbir bersama Ferdi menabrak trotoar. Melihat kejadian tersebut kedua tersangka langsung kabur dan bersembunyi di rumah pamannya di Kampung Pasorongi Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng," lanjutnya.

Dari Pasorongi kedua tersangka menuju ke Desa Barua, Kecamatan Eremerasa. Setelah mengetahui Tasbir tewas, kedua tersangka menyerahkan diri ke Polres Bantaeng.

Penulis : Syamsuddin
Editor : Muh. Syakir
#Pemuda Tewas di Bantaeng #Polres Bantaeng
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer