Dirut PDAM Torut Soal Air Bercampur Lumpur: Jangan Salahkan Kami
PDAM mengklaim pelebaran jalan yang merusak pipa distribusi sangat merugikan. Proyek ini menyebabkan kerusakan pada instalasi.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Warga Tondon Matallo, Toraja Utara mengeluhkan air yang bercampur lumpur. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Torut Markus Lempang meminta warga untuk tidak menyalahkan pihaknya.
Markus malah melempar kesalahan ini pada proyek pelebaran jalan. Proyek pelebaran jalan dinilai Markus telah merusak pipa PDAM.
"Jangan Salahkan PDAM. Pelebaran jalan yang merusak pipa distribusi sangat merugikan. Kalau air yg diolah tidak ada lumpur silakan buktikan pengolahannya," tulisnya pada salah satu grup Whatsapp.
Sebelumnya, warga Tondon Matallo mengeluhkan pelayanan air bersih PDAM Torut. Hal ini dikarenakan dalam beberapa hari warga menerima air yang bercampur lumpur.
"Air PAM di sekitaran Tondon Matallo bagaikan air kubangan saat hujan. Kalau sudah tada satu ember, lumpur dan pasirnya sudah setengah ember," ujar Lena, salah seorang warga Tondon Matallo, Minggu (07/02/2021).
Selain mengeluhkan air yang bercampur lumpur, aliran air yang tidak lancar juga menjadi masalah serius yang perlu ditangani oleh pemerintah.
"Jadi mohon pemerintah meninjau lokasi air ini. Jangan cuma terima laporan. Sedangkan masyarakat bayar tapi terima air sungai yang mungkin tanpa proses," kata Lena.
Penulis: Novika Arrang Rani
