UJUNG PENA: Tantangan dan Peluang Media Online: Catatan Hari Pers Nasional
Dengan demikian, ke depan, media online perlu menyeimbangkan antara inovasi, kreativitas, kredibilitas, dan strategi bisnis.
Oleh Aswar Hasan
SETIAP tahun diperingati sebagai Hari Pers Nasional pada tangga 9 februari secara bergiliran di Ibu Kota Provinsi yang tahun ini dipusatkan di Kalimantan Selatan. wartawan Indonesia memiliki dua peran sekaligus yaitu sebagai aktivis pers dan politik.
Pertama, mereka sebagai aktivis pers melaksanakan pemberitaan untuk membangkitkan kesadaran nasional.
Sementara peran sebagai aktivis politik, para wartawan melibatkan dirinya secara langsung dalam kegiatan membangun perlawanan rakyat. Peran ini bahkan dilakukan sampai Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Hingga hari ini, pers kerap mengalami dinamika permasalahan dari masa ke masa. Bukan saja pada masa Orde Baru, namun jauh sebelumnya dan bahkan hingga hari ini, mulai dari belenggu kolonialisme hingga kebebasan pers yang dibungkam.
Oleh karena itu, dengan adanya peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap insan pers dan masyarakat dapat berbenah dan bersama dan mewujudkan cita-cita Indonesia.
Dalam pada itu, kehadiran media online pada saat ini sulit untuk dihindari dengan berbagai alasan.
Setidaknya disebabkan oleh 5 (lima) faktor, yaitu diantaranya;
Aksesibilitas yang Tinggi – Media online dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat seperti smartphone, tablet, atau komputer. Kecepatan dan penyebaran Informasi tersebut sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik, melalui berbagai platform seperti situs berita, media sosial, dan aplikasi pesan instan yang dapat segera diakses melalui perangkat mobile yang ada ditangan.
2. Biaya yang Lebih Murah Dibandingkan dengan media konvensional seperti surat kabar atau televisi, media online lebih murah untuk diakses oleh masyarakat luas.
3. Interaktivitas dan partisipasi publik – pengguna dapat langsung berinteraksi dengan berita, memberikan komentar, berbagi informasi, serta berpartisipasi dalam diskusi publik.
4. Media tersebut menyajikan beragam konten dan sumber Informasi. Media online menyediakan berbagai jenis informasi, mulai dari berita, hiburan, edukasi, hingga opini, yang berasal dari berbagai sumber lokal maupun global. Dan terjadi personalisasi Konten. Algoritma media online memungkinkan pengguna mendapatkan konten yang sesuai dengan minat dan preferensi mereka.
5. Dukungan terhadap teknologi dan digitalisasi semakin tak terbendung. Kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan big data, semakin meningkatkan efisiensi dan daya tarik media online dalam kehidupan sehari-hari.
Karena alasan-alasan tersebut, media online semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang menjadi ciri kehidupan masyarakat kita.
TANTANGAN DAN PELUANG
Tantangan dan Peluang Media Online ke depan, yaitu akan meghadapi : Hoaks dan disinformasi. Bahwa penyebaran berita palsu yang cepat dapat mengurangi kredibilitas media online dan membingungkan masyarakat.
Keamanan data dan privasi. Media online akan selalu dihantui ancaman peretasan, penyalahgunaan data pribadi, serta pelacakan digital menjadi isu serius.
3. Monetisasi dan model bisnis. Banyak media online masih bergantung pada iklan, tetapi penggunaan ad-blocker dan persaingan dengan platform besar seperti Google dan Facebook menjadi tantangan.
4. Akan selalu menghadapi persaingan yang ketat dengan munculnya banyak media baru dan media sosial membuat persaingan semakin sengit dalam menarik perhatian pengguna.
5. Etika jurnalistik harus bisa dipatuhi. Media online harus tetap menjaga etika jurnalistik di tengah tekanan untuk menyajikan berita dengan cepat.
6. Perubahan Algoritma Platform media. Ketergantungan pada algoritma media sosial dan mesin pencari membuat media online harus terus beradaptasi agar tetap relevan.
Sementara itu, media online menghadapi sejumlah peluang diantaranya adalah:
Media online yang berbasis internet memiliki peluang berdasarkan pertumbuhan pengguna Internet.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023.
Dari hasil survei penetrasi
internet Indonesia 2024 yang dirilis APJII, maka tingkat penetrasi internet Indonesia menyentuh angka 79,5%. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka ada peningkatan 1,4%.
Ini menandakan bahwa sememakin banyak orang yang mengakses internet, sehingga potensi pembaca dan pelanggan media online terus meningkat.
2. Inovasi Teknologi. Bahwa penggunaan AI, big data, dan otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi dan personalisasi konten bagi pengguna.
3. Diversifikasi Pendapatan. Dimana media online dapat mencari sumber pendapatan lain seperti berlangganan premium, webinar, atau kemitraan bisnis.
4. Media online dengan jangkauan global. Berbeda dengan media konvensional, media online bisa menjangkau audiens dari berbagai belahan dunia tanpa batas geografis.
5. Semakin kreatif dalam konten. Format baru seperti podcast, video pendek, dan infografis interaktif menjadi daya tarik bagi pembaca dan pengiklan.
6. Terbuka kolaborasi dengan Influencer dan komunitas lainnya semakin luas. Kerja sama dengan influencer atau komunitas dapat meningkatkan engagement dan loyalitas audiens.
Dengan demikian, ke depan, media online perlu menyeimbangkan antara inovasi, kreativitas, kredibilitas, dan strategi bisnis agar tetap bertahan dan berkembang di era digital. Wallahu a’lam bissawabe
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
