TORUT PEDOMANMEDIA- Direktur Perumda Air Minum Markus Lempang mengancam bakal memukul wartawan. Hal itu bermula saat dikonfirmasi soal jumlah pemasangan di Perumda Air Minum 2020
Sebelumnya, Markus menjelaskan masyarakat membayar Rp1,5 juta pada pemasangan reguler. Sementara pemasangan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) gratis.
"Ada Rp1,5 juta pak, tapi itu reguler yang warna biru, beda box meternya. kalau MBR itu kuning. Tidak ada dibayar itu, kecuali bayar uang makannya Rp200 ribu atau Rp100 ribu kah itu, saya tidak ikut campur itu," jelasnya saat dihubungi melalui via teleponnya, Kamis (4/2/2021) lalu.
Markus menyebutkan jumlah pemasangan reguler tahun 2020 sekitar 620 pelanggan.
"Jumlah masyarakat yang memasang reguler tahun 2020 itu sekitar 620 atau berapa saya lupa, tapi ada datanya itu. Baru-baru 40 paket yah. Ini yang bayar bukan kami, bukan pusat tapi paket dengan proyek yang milyaran itu. Tapi kayaknya habismi dipasang itu dekat Rumah Sakit Pongtiku," katanya.
Markus tak transparan saat ditanya anggaran lebih jelas soal langganan baru Perumda Air Minum. Dia malah mengancam wartawan.
"Ini tanya segala macam, datang di kantor toh. Jangan kita mau survei itu Anda. Kita baku amba' (bisa bertengkar) kalau begitu. Saya orangnya tidak pernah mencuri berlian. Datang di kantor," tandasnya.
BERITA TERKAIT
-
Perumda Air Minum Torut Bantah Inspektorat Temukan Kerugian Negara di Proyek Gudang
-
Belum Tetapkan Tersangka Korupsi di Perumda Air Minum Torut, Cabjari Rantepao Dinilai Tumpul
-
Soal Hasil Audit Proyek Gudang Perumda Air Minum Torut, Inspektorat Tegaskan Ada Kerugian Negara
-
Inspektorat Akui Hasil Audit Gudang Perumda Air Minum Torut Sudah Keluar
-
Hasil Audit Gudang Perumda Air Minum Torut Kelar, Sikap Kejaksaan Ditunggu