MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin buka-bukaan soal alasan dirinya mencopot Kadis Pariwisata Rusmayani Madjid. Rudy menyebut bawahannya itu tak penuhi standar kerja.
"Saya mau cepat tapi dia lambat," ketus Rudy kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).
Pencopotan ini adalah buntut dari terlambatnya pencairan dana hibah bagi hotel dan restoran yang terdampak pandemi. Dua hari sebelumnya, ratusan pelaku usaha di sektor ini berunjuk rasa melayangkan protes.
Mereka menuding Pemkot Makassar sengaja mengulur pencairan. Sehari usai unjuk rasa, Rudy mencopot Rusmayani.
Kata Rudy, ini kesalahan pemerintah kota. Keterlambatan itu terjadi karena lambannya proses administrasi. Dan dinas pariwisata adalah leading sektornya.
"Kita sudah gagal menjalankan instruksi presiden. Saya tidak mau bicara soal kambing hitam. Tanggung jawabnya ya leading sektornya. Dinas pariwisata," ucap Rudy.
Ia menjelaskan, dari awal sudah mewanti wanti agar kepala OPD kerja cepat. Rudy mengaku selalu mendorong percepatan. Sayangnya Rusmayani justru bekerja lambat. Ia tak mampu mengeksekusi program prioritas. Terutama yang berkaitan dengan instruksi presiden.
"Saya mau cepat tapi ada orang kerjanya lambat. Mana bisa. Ya saya ganti. Saya cari orang yang bisa cepat. Masa saya biarkan. Nda bisa dong. Ya digantilah," katanya.
Rudy mengatakan, tak menyalahkan Rusmayani secara pribadi. Ini keteledoran secara kelembagaan. Namun karena dia adalah leader di OPD terkait, maka tanggung jawabnya secara teknis harus kembali kepadanya.
Rudy berjanji, hibah untuk hotel dan restoran akan cair secepatnya. Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran agar prosesnya dikebut.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Momen Bunda PAUD Melinda Ngumpul Bareng Anak-anak Makassar, Ajak Cintai Lingkungan
-
Pemkot-DPRD Makassar Sepakati Ranperda APBD 2025, Appi Singgung WTP
-
Appi Ungkap Kondisi TPA Tamangapa: Sempat Kena Sanksi karena Open Dumping
-
Appi: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa tak Lagi Terima Sampah Campur
-
Sayap Gedung DPRD Makassar Rampung, September Siap Difungsikan