MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sekretaris HS Community, Ibrahim Misi mengaku sudah punya jagoan pada Pilwalkot Makassar. Pilihannya jatuh kepada paslon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan). Paket ini dinilai paling ideal dan komplet.
Mereka dinilai punya kemampuan, pengalaman, dan merupakan representasi seluruh elemen masyarakat.
Salah satu magnet Dilan, sebut Ibrahim, latar belakang Paslon ini yang lahir dari rakyat. Baik Deng Ical maupun Fadli tidak berasal dari keluarga politikus maupun pejabat. Pasangan doktor dan dokter ini juga tak disokong pemodal besar.
Hebatnya, kata dia, dengan latar belakang biasa-biasa saja mereka berhasil lolos dan kini resmi berstatus paslon Pilwalkot Makassar, meski ada upaya-upaya menjegalnya. Keberadaan Dilan menunjukkan kursi kepemimpinan bukan milik dinasti politik atau pemodal besar.
"Dilan disukai dan gampang diterima masyarakat karena mereka pemimpin merakyat, ya memang lahir dari rakyat. Ditambah lagi, karakter mereka asli sombere' dan bisa dibilang paslon ini yang paling tidak resisten, itu karena Dilan tak punya musuh dan dosa politik," jelas Ibrahim, Senin (4/10/2020).
Ia yakin di bawah kepemimpinan Dilan, Makassar akan kembali berjaya. Bukan hanya pembangunan yang melaju pesat, tapi juga kesejahteraan masyarakat. Hal itu tak diragukan karena tahu prinsip Dilan sama dengan Karaeng Pattingalloang bahwa pemimpin yang baik punya mimpi yang sama dengan rakyatnya.
"Dilan membawa harapan perubahan yang lebih baik, harapan untuk Makassar kembali berjaya. Semua itu karena Dilan adalah pemimpin merakyat, lahir dari rakyat dan punya mimpi yang sama dengan rakyatnya. Bisa dilihat dari programnya yang sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat," tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Sabtu, KPU Agendakan Ulang Penetapan Danny-Fatma sebagai Kepala Daerah Terpilih
-
KPU Makassar Belum Tetapkan Danny-Fatma di 21 Januari, Ini Alasannya!
-
Jubir Danny-Fatma Sarankan KPU Tetapkan Kepala Daerah Terpilih Secara Virtual
-
Legislator Golkar Tetap Dukung Wali Kota Makassar Terpilih jika Pro Rakyat
-
Tiga Kandidat Saling Bersitegang, Hamzah Hamid: IMUN Jadi Kuda Hitam