Senin, 01 Februari 2021 13:53

Tensi Tinggi, Plt Sekda Bintuni Batal Divaksin Covid-19

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni.
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rachmatulloh setelah divaksin sinovac dan menjalani observasi selama kurang lebih 30 menit, mengaku aman-aman saja, tidak merasakan gejala apapun.

BINTUNI, PEDOMANMEDIA - Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni Frans N awak dan Asisten II Setda Ida Bagus putu Suratna batal divaksin. Alasannya karena tensi tinggi saat tahapan awal screening pada saat pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di RSUD Distrik Bintuni Barat, Senin (1/2/2021).

Rencana awal, pencangan vaksinasi akan disuntikan kepada sekitar 15 tokoh diantaranya Plt sekda Frans N awak, Asisten II Ida Bagus putu Suratna, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rachmatulloh, Dandim 1806 diwakili Letkol Inf Faisol Izzudin Karimi dan Brigif 26/GPW, Kajari Teluk Bintuni Marthen Thandi, Kadis Kesehatan Fanky D mobilala, Apoteker Ali Ridwan serta beberapa perwakilan tokoh agama dantokoh masyarakat.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rachmatulloh setelah divaksin sinovac dan menjalani observasi selama kurang lebih 30 menit, mengaku aman-aman saja, tidak merasakan gejala apapun.

Baca Juga

"Vaksinasi ini adalah program pemerintah yang sudah dipelajari serta dilakukakan antisipasi, saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni yang memang memenuhi syarat agar bersedia menerima vaksin," ajaknya.

Kadis Kesehatan Fanky D mobilala usai divaksin mengatakan vaksinasi tahap dua direncanakan akan dilaksanakan tanggal 14-15 Februari 2021.

"Fungsi dari vaksinasi untuk pembentukan kekebalan imunitas dalam tubuh, setelah proses vaksinasi akan mendapatkan sertifikat agar tidak perlu lagi rapid tes atau swab anti gen lagi karna sudah di vaksin sinovac, dikarenakan sistem kekebalannya sudah terbentuk," jelas Franky.

Terpisah, Ketua Bidang Kominfo Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Teluk Bintuni Wawan Gunawan yang juga salah seorang peserta penerima vaksin kepada wartawan mengaku puas karena sebelum divaksin terlebih dahulu harus melalui beberapa tahapan dari petugas medis.

"Ibarat mau membersihkan selokan yang kotor agar jadi bersih, maka kita harus berani kotor, jika ingin masyarakat dan umat selamat dari isu-isu miring yang berkembang mengenai vaksin, maka Bismillah, saya siap duluan sebelum masyarakat dan umat yang merasakannya," ujarnya.

 

Penulis: Saryanto

Editor : Jusrianto
#Pemkab Teluk Bintuni #Vaksinasi Covid-19
Berikan Komentar Anda