Sabtu, 16 November 2024 18:44

Hujan Ekstrem Dimulai Desember, Februari Bakal Ada La Nina

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

La Nina mempunyai siklus setiap 3-7 tahun sekali. La Nina dapat meningkatkan curah hujan bulanan sampai 40%.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Fenomena La Nina akan menyelimuti wilayah Indonesia pada pertengahan Desember nanti. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca ekstrem memungkinkan berkepanjangan hingga Februari 2025.

La Nina adalah kejadian anomali iklim global yang ditandai keadaan suhu permukaan laut (SPL) atau sea surface temperature (SST) di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada suhu normalnya.

La Nina mempunyai siklus setiap 3-7 tahun sekali. La Nina dapat meningkatkan curah hujan bulanan sampai 40%. Dikutip dari unggahan resmi Instagram BMKG, La Nina merupakan peristiwa menyimpangnya perilaku lautan di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang ditandai dengan suhu muka lautan yang lebih dingin dibandingkan normalnya.

Baca Juga

Ketika terjadi La Nina, laut di Pasifik bagian timur (Amerika Selatan) jadi lebih dingin ketimbang normal. Sementara, laut di Pasifik bagian barat (Indonesia) menjadi lebih hangat daripada normalnya. Oleh sebab itu, penguapan dan pembentukan awan hujan di atas wilayah Indonesia mengalami peningkatan dan menyebabkan curah hujan meningkat.

Dampak La Nina di Indonesia

Dampak Positif

1. Pada Sektor Pangan

Curah hujan yang lebih tinggi akan meningkatkan ketersediaan air untuk irigasi, khususnya untuk lahan tadah hujan.

Peningkatan ketersediaan air dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

2. Pada Sektor Air

Waduk, embung, dan bendungan akan terisi lebih cepat dan membantu menjaga cadangan air untuk musim kemarau.

Peningkatan ketersediaan air akan meningkatkan pula akses air bersih bagi masyarakat.

3. Pada Sektor Energi

Ketersediaan air yang berlimpah akan menjamin pembangkit listrik tenaga air untuk beroperasi secara maksimal.

Dampak Negatif

1. Pada Sektor Pangan

Melimpahnya air hujan akan meningkatkan risiko banjir di lahan pertanian, sehingga dapat memicu gagal panen.

Tanaman akan rentan terkena penyakit yang berkembang pada kondisi lembap.

2. Pada Sektor Air

Curah hujan yang berlebih akan menyebabkan banjir di sekitar waduk atau bendungan yang meluap, dan menimbulkan erosi tanah.

Banjir dan longsor dapat merusak infrastruktur air dan sumber mata air bersih.

3. Pada Sektor Energi

Banjir yang tidak terkendali dapat mengganggu operasional pembangkit listrik dan infrastruktur jaringan energi.

Kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan gangguan di fasilitas energi yang berlokasi di dataran rendah.

 

Editor : Muh. Syakir
#La Nina #Hujan Ekstrem #BMKG
Berikan Komentar Anda