Gubernur Sulsel Apresiasi Capaian FIKP Unhas
Peran sivitas akademika Unhas sangat penting, seperti melakukan riset sesuai dengan kebutuhan yang ada, memanfaatkan kecerdasan buatan yang terintegrasi menuju hilirisasi industri perikanan. Dan alumni FIKP dapat mengaplikasikan ilmunya yang diperoleh selama pendidikan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengapresiasi capaian Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas. Hal itu disampaikan saat menghadiri Dies Natalies ke-25 FIKP secara virtual.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berharap agar FIKP Unhas terus tumbuh dan berkembang, mendidik anak-anak bangsa dan membangun masa depan Indonesia dengan karya, kreativitas dan inovasi serta dengan semangat kemajuan dan kebersamaan.
"25 tahun sebuah usia cukup dewasa dan mapan sebagai modal untuk meraih harapan lebih baik untuk mencapai dan menjadi FIKP terkemuka di Indonesia. Untuk itu saya mengajak sivitas akademika untuk lebih berkontribusi terhadap daya saing sumber daya manusia di Sulsel khususnya dan Indonesia pada umunya dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Nurdin Abdullah.
Provinsi Sulsel memiliki 24 kabupaten/kota, hanya 5 kabupaten yang tidak berbatasan dengan pesisir. Memiliki 332 pulau dan 75 persen dan wilayahnya merupakan wilayah pesisir dan laut, garis pantai sekitar 1.937 Km dan luas perairan 266.877 Km/m2.
"Ini cukup memadai untuk kita kelola dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," sebutnya.
Peran sivitas akademika Unhas sangat penting, seperti melakukan riset sesuai dengan kebutuhan yang ada, memanfaatkan kecerdasan buatan yang terintegrasi menuju hilirisasi industri perikanan. Dan alumni FIKP dapat mengaplikasikan ilmunya yang diperoleh selama pendidikan.
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu memberi apresiasi atas capaian FKIP Unhas, disertai harapan agar pada usia yang ke-25 tahun ini, FIKP dapat berperan strategis dalam pembangunan kelautan dan perikanan untuk mendukung pembangunan nasional dan internasional.
“Peran FIKP ke depan akan semakin strategis. Apalagi pada tataran global, Sustainable Development Goals atau SDGs menetapkan pada tujuan ke-14 untuk memperhatikan ekosistem laut. FIKP akan berperan penting dalam konteks ini,” kata Prof. Dwia.
Secara khusus, Prof Dwia mengapresiasi keterlibatan alumni FIKP, yang berperan untuk kolaborasi seluruh lini dalam kerangka pentahelix. Unhas memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan Benua Maritim Indonesia, yang mewarnai seluruh disiplin ilmu.
Unhas mendeklarasikan diri selain sebagai research university, juga sebagai humaniversity. Prinsip ini menedepankan keadilan, mengingat angka kemiskinan masih tinggi dan terbanyak pada masyarakat pesisir.
“Kita memiliki tanggung jawab mengentaskan kemiskinan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memanfaatkan sumber daya yang kami miliki untuk berperan dalam pembangunan di Sulawesi Selatan. Unhas kini membuka kelas-kelas vokasi, termasuk untuk sektor kelautan dan perikanan. Saat ini sudah jalan di Kabupaten Barru dengan kelas vokasi wisata bahari. Dalam waktu dekat, kami juga akan kerja sama dengan Kabupaten Selayar,” kata Prof Dwia.
Acara puncak Dies Natalis ke-25 FIKP Unhas kemudian diisi dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono.
