Muh. Syakir : Sabtu, 30 Januari 2021 08:37
Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi kantor PP Muhammadiyah di Jakarta seusai bertemu pengurus NU, Jumat kemarin. Di sana Kapolri bicara soal moderasi beragama.

Listyo disambut sejumlah pengurus Muhammadiyah. Turut hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Kapolri mengungkapkan, Muhammadiyah adalah organisasi besar. Bersama NU, Muhammadiyah telah teruji sebagai bagian dari perjalanan bangsa. Karenanya ia berharap, Muhammadiyah ikut mendukung Polri mewujudkan moderasi beragama.

Listyo Sigit juga berbicara soal keberagaman dan intoleransi. Menurutnya problem intoleransi ke depan harus diselesaikan dengan pendekatan humanis. Bukan kekerasan.

"Pendekatan humanis akan jauh lebih baik daripada pendekatan-pendekatan kekerasan. Polri membawa misi itu," kata Listyo Sigit.

Kata Listyo, saat ini Polri juga dituntut memahami kondisi sosial di masyarakat. Sehingga polisi di masa depan tak lagi melulu hanya hadir dalam penegakan hukum. Tapi juga dalam konteks sosial.

Dalam kesempatan itu Listyo mengajak Muhammadiyah bersinergi membangun masyarakat. Terutama dalam program deradikalisasi.

"Kita ingin program Polri sejalan dengan semangat Muhammadiyah. Karenanya penting untuk satu persepsi mengenai moderasi beragama.

Sementara itu Abdul Mu'ti menilai, program moderasi beragama yang sedang digaungkan Kapolri harus ditangkap sebagai hal yang positif. Lewat program ini Polri membangun pendekatan humanis dan merakyat.

"Tentu kita sambut baik. Karena kita memang butuh sinergitas dengan Polri dalam melawan pengaruh buruk radikalisasi di kalangan umat," ujar Mu'ti.

Mu'ti menjelaskan, Muhammadiyah percaya Kapolri mampu membangun pendekatan humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Apalagi dengan misi tanpa kekerasan, Polri akan mendapat dukungan umat.