Minggu, 10 November 2024 17:23

Pesan Pj Gubernur Bahtiar di Hari Pahlawan: Kita Berjuang Melawan Kebodohan

Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan.
Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan.

Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun.

MAMUJU, PEDOMANMEDIA - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Tribun Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Minggu, 10 November 2024. Bahtiar mengingatkan bahwa hakekat perjuangan generasi saat ini adalah melawan kebodohan.

Ia mengatakan, di Bumi Nusantara ini banyak dilahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani dengan segala pengorbanannya berhasil membentuk NKRI. Mereka adalah para patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia merdeka.

"Dan kini mewariskannya kepada kita semua untuk diteruskan demi mencapai cita-cita Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur," ujar Bahtiar.

Baca Juga

Tema Peringatan hari Pahlawan Tahun 2024 adalah; "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu". Tema ini mengandung makna yang dalam.

"Teladani Pahlawanmu", berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun "Cintai Negerimu" mengandung makna bahwa apa pun bentuk pengabdian harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa," ucapnya.

Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia.

Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Kata Bahtiar, ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia.

"Oleh karenanya semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di mana pun berada. Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial," paparnya.

Bahtiar mengemukakan, terkait perkembangan zaman, apakah pahlawan hanya milik masa lalu? Apakah dimungkinkan muncul pahlawan saat ini mengingat koridor perjuangan fisik untuk mendirikan negara telah selesai dengan terbentuknya NKRI?

Tentunya kata dia, pertanyaan itu sangat sempit jika dikaitkan bahwa ladang perjuangan hanya pada saat pembentukan Negara.

"Tantangannya ke depan bahwa kita sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat, tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. Siapa pun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRI dan membangun kemajuan NKRI," sebutnya.

Meski tugas para pahlawan terdahulu telah selesai dan berhasil mewujudkan NKRI, maka berikutnya harus muncul sosok pahlawan yang memberikan pencerahan, memberikan harapan dan melakukan tindakan terhormat membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

"Itu semua dapat dilakukan oleh siapa pun. Oleh karenanya Kita berharap peringatan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun tidak sekedar ulang tahun mengulang-ulang apa yang rutin kita lakukan, kita berharap pada setiap momen Peringatan Hari Pahlawan muncul semangat baru, muncul sosok warga negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya saat ini," paparnya.

Petani Adalah Pahlawan

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Bahtiar Baharuddin menyampaikan terima kasih atas jasa pahlawan kemerdekaan RI. Sebagaimana amanah Mensos pada Hari Pahlawan tahun ini, mengajak untuk meneladani semangat juang pahlawan dalam membangun bansa serta meningkatkan rasa cinta air dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Sesuai amanat Mensos, kepahlawanan itu bukan hanya saat masa memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga pahlawan hari yaitu yang mengisi kemerdekaan," kata Bahtiar Baharuddin.

Untuk itu, kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu, penyerahan penghargaan kepada sejumlah veteran dan petani, menjadi penutup upacara peringatan hari Pahlawan di Pemprov Sulbar.

"Itulah pahlawan kita dan kita memberi motivasi, serta akan memberi perhatian khususnya kepada orang-orang ini. Mereka adalah orang-orang yang berjasa kepada bangsa ini, kita patut beri apresiasi setinggi-tingginya," ungkapnya.

Khusus pahlawan hari ini, yakni sejumlah petani, Bahtiar Baharuddin memberikan penghargaan, sebab di tengah keterbatasan APBD justru mereka para kelompok pembudidaya, pengusaha benih dan lainnya telah membagikan bibit dan benih kepada masyarakat.

"Mereka membagi bibit untuk masyarakat. Bukankah mereka pahlawan bagi masyarakat Sulbar. Terima kasih pahlawan yang dulu dan hari ini," tutur Bahtiar Baharuddin.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulbar #Bahtiar Baharuddin #Hari Pahlawan
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer