Covid-19 di Malra Meningkat Tajam, RS Harus Diantisipasi Ketersediaan Tempat
Bupati Malra meminta upaya-upaya pencegahan dan peningkatan kapasitas rumah sakit terus ditingkatkan. Jangan sampai fenomena yang sama juga terjadi di Maluku Tenggara
MALRA, PEDOMANMEDIA - Jumlah pasien yang terkonfirmasi pengidap Covid-19 di Maluku Tenggara (Malra) terus meningkat per Kamis, (28/1/2021). Ketersedian tempat di rumah sakit (RS) pun harus diantisipasi.
Penambahan jumlah orang yang positif terus terjadi setiap harinya, bahkan jumlahnya meningkat secara signifikan.
"Hari Selasa kemarin, jumlah yang positif telah mencapai 1 juta orang. Artinya, secara kumulatif, jumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 sejak Maret 2020 sampai Januari 2021 sudah mencapai lebih dari 1 juta orang," ujar Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun saat membuka acara pencanangan perdana Vaksin Sinovac di RSUD Langgur Jumat, (29/1/2021).
Menurutnya, data ini menjadi indikasi bahwa pandemi Covid-19 masih sulit dikendalikan penyebarannya.
"Data kasus Covid-19 secara nasional, per 28 Januari 2021, antara lain positif : 1.037.993, sembuh : 842.122, meninggal 29.331 dan dirawat 166.540," tuturnya.
Kata dia, tidak hanya jumlah kasus aktif yang meningkat, tetapi angka positivity rate atau rasio positif Covid-19 bahkan memecahkan rekor baru pada hari Minggu, 24 Januari 2021 lalu.
"Angka positivity rate mencapai 33,24%. Artinya, 33,240/0 dari jumlah orang yang dites dinyatakan positif Covid-19. Angka ini jauh berkali-kali lipat di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO yaitu 5%," bebernya.
Sementara itu, di Maluku Tenggara, kasus Covid-19 juga meningkat. Hal ini dibuktikan dengan data tim Gugus Tugas Covid-19 Malra per Kamis, 28 Januari 2021 yaitu positif : 175, sembuh : 111, meninggal : 9, isolasi mandiri : 27, dirawat di RSUD : 6 dan dirawat di Puskesmas Ngilngof 22.
"Kita khawatir, peningkatan jumlah penderita Covid-19 ini akan berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy ratio). Beberapa waktu belakangan, kita mendengar bahwa tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit secara nasional telah memasuki level kritis atau hampir penuh," terangnya.
Sementara itu, rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami kesulitan dalam merawat pasien dengan gejala.
"Oleh Karena itu, saya minta, upaya-upaya pencegahan dan peningkatan kapasitas rumah sakit terus ditingkatkan. Jangan sampai fenomena yang sama juga terjadi di Maluku Tenggara," pesannya.
Penulis: Daniel
