DP Dua Periode Gagal Bangun RS di Makassar, Andi Sudirman Setahun Berhasil
Danny dianggap gagal lantaran selama menjabat dirinya pernah membangun Rumah Sakit di Batua, namun hingga kini belum selesai dan disinyalir menjadi bangunan yang mangkrak.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pengalaman dua kandidat calon gubernur Sulsel, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto dan Andi Sudirman Sulaiman, menjadi sorotan jelang Pilgub.
Keduanya pernah memimpin sebagai kepala daerah, namun dengan hasil yang berbeda dalam sektor kesehatan.
Sayangnya, keduanya tidak berarti sama-sama telah berhasil menghadirkan layanan kesehatan yang memadai untuk masyarakat. Salah satunya diantaranya seperti pembangunan rumah sakit.
Danny dianggap gagal lantaran selama menjabat dirinya pernah membangun Rumah Sakit di Batua, namun hingga kini belum selesai dan disinyalir menjadi bangunan yang mangkrak. Proyek tersebut bahkan berkasus dikepolisian atas dugaan korupsi.
Berbeda halnya dengan Andi Sudirman Sulaiman yang dianggap berhasil lantaran memberikan bukti nyata telah membangun RSUD La Mappapenning di Kabupaten Bone. Pembangunannya pun hanya berkisar setahun, dimulai tahun 2022 dan telah diresmikan di tahun 2023.
Bahkan hingga kini rumah sakit tersebut masih aktif beroperasi. Setiap bulannya, melayani sekitar 1.500 pasien.
Rumah sakit ini menjangkau pelayanan di Bone bagian selatan yang jauh dari jangkauan ibu kota, serta menjangkau daerah sekitar atau berbatasan seperti Kabupaten Soppeng, Sinjai, Wajo, dan Maros.
Sehingga diharapkan akan mengurangi angka kematian ibu dan anak serta kasus emergency yang butuh waktu dan jarak ke kota. Rumah sakit ini juga telah melayani pasien jaminan kesehatan BPJS sejak mulai diresmikan.
RSUD La Mappapenning juga dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang canggih, dengan dokter spesialis.
Menanggapi hal itu, Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Gerak SulSel) Rais Rahman mengaku, bahwa pembangunan yang nyata sangat dibutuhkan masyarakat, dibandingkan janji-janji politik belaka.
"Kalau kita lihat dua kandidat Gubernur, kita bisa nilai dari apa pekerjaan yang sudah dilakukan. Keduanya kan pernah menjabat, kita bisa nilai apa yang dilakukan untuk masyarakat," ungkapnya.
Ia pun mengaku, masyarakat Sulsel tentunya sudah cerdas untuk memilih pemimpin yang bisa bekerja.
"Bukan jual janji dengan teori semata, tapi apa kerjanya untuk masyarakat. Termasuk di sektor kesehatan, juga menjadi salah satu yang dibutuhkan masyarakat," jelasnya.
