Redaksi : Kamis, 10 Oktober 2024 21:33
Penutupan pemagangan Sulbar 2024. (Foto: IST)

MAMUJU - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara resmi menutup program pemagangan 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Program yang berlangsung selama lima bulan, sejak Mei lalu melibatkan 27 perusahaan dan diikuti 179 peserta, mayoritas anak muda usia produktif, dan 70 persen peserta diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang.

"Alhamdulillah sesuai dengan harapan kami, bahwa kurang lebih 70 persen dari peserta magang itu diterima di perusahaan tempat mereka magang," ujar Kepal Disnaker Sulbar, Andi Farid Amri.

"Sebagaimana arahan Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin harapannya tahun depan jumlah peserta magang bisa lebih banyak dengan perusahaan-perusahaan yang ikut berpartisipasi, juga bisa lebih banyak lagi agar salah satu tugas kami untuk mengurangi pengangguran di Sulbar, bisa tercapai," tambah Amri.

Ia juga mengungkapkan tidak banyak evaluasi yang akan dilakukan untuk program pemagangan Sulbar kedepannya. 

Menurutnya evaluasi hanya akan dilakukan pada jumlah perusahaan yang terlibat dalam program itu dan jumlah peserta yang bakal diikutkan.

"Untuk evaluasinya sekarang masih diikuti oleh 27 perusahaan, kami berharap kedepannya bisa lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang bisa berpartisipasi dalam menerima peserta magang agar serapan tenaga kerja di Sulbar itu bisa meningkat," ungkap Amri.

"Alhamdulillah, selama pemagangan dari Mei hingga Oktober ini, tidak ada kecelakaan kerja yang menimpa para peserta magang," sambungnya.

Lanjut Amri menjelaskan jumlah peminat program pemagangan itu cukup besar, bahkan tahun ini mencapai sebanyak kurang lebih 2600 orang. 

Namun Kemenaker hanya menyediakan kuota sebanyak 179 sehingga banyak anak-anak muda usia produktif yang belum mendapat kesempatan tahun ini.

"Harapannya di tahun-tahun yang akan datang, kuota dari Kemenaker bisa lebih banyak. Bagi peserta magang yang telah diterima oleh perusahaan, jaga kepercayaan perusahaan, tetap bekerja secara maksimal dan beri motivasi kepada teman-teman yang lain, supaya bisa terus berusaha meningkatkan kompetensinya," pungkas Andi Farid Amri.

Pada kesempatan yang sama General Manager (GM) PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Muhammad Dahlan mengaku pihaknya sangat terbantu dengan hadirnya program pemagangan di Sulbar. 

Menurutnya, pihak perusahaan lebih leluasa melakukan penilaian dan menyeleksi calon pekerja yang dibutuhkan.

"Di mana selama magang itu Disnaker yang membiayai jadi kita sangat-sangat mendapat manfaat, karena kita bisa menilai kualitas pekerjaan sebelum melakukan penggajian. Selama inikan kita langsung menerima (pekerja), meski kita belum tahu kualitasnya," ujar Dahlan.

Ia pun berharap program pemagangan Sulbar diadakan setiap tahun, sehingga memberi kesempatan kerja bagi anak-anak usia produktif yang baru selesai kuliah, ada sarananya. 

Bahkan pihak perusahaan punya kesempatan untuk memilih pekerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Kebetulan, kita tahun ini, alhamdulillah, 10 orang yang magang di perusahaan, kita rekrut semua. Alhamdulillah, sejauh ini kualitas para peserta magang sangat mumpuni untuk mengisi sejumlah kekosongan di perusahaan," tuturnya.