Redaksi : Kamis, 26 September 2024 21:53
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bersama Ketum BPS Gereja Toraja, Pendeta Alfred Anggui menandatangani prasasti peresmian. (Foto: IST)

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bersama Ketua Umum (Ketum) Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pendeta Alfred Anggui, meresmikan Gereja Toraja (Getor) Jemaat Immanuel Baebunta, Klasis Rongkong Sabbang Baebunta, yang terletak di Desa Salassa, Kecamatan Baebunta, Kamis (26/9/2024).

Peresmian ini sekaligus memperingati HUT ke-50 Jemaat Immanuel Baebunta, menandai setengah abad pelayanan di wilayah itu.

"Perkenankan saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat atas penahbisan yang dilakukan pada hari ini setelah 15 tahun kegiatan pembangunan berlangsung. Selamat ulang tahun juga yang ke-50 untuk jemaat immanuel Baebunta," ujar Bupati Indah dalam sambutannya.

Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan itu juga mengapresiasi usaha panjang yang telah dilakukan. 

Menurutnya 15 tahun bukanlah waktu yang singkat, namun berkat niat baik semua pihak, pembangunan gereja megah ini akhirnya dapat selesai.

"Sebagai manusia, tugas kita hanya memulai. Yakinlah bahwa niat baik akan selalu mendapatkan pertolongan Tuhan dalam penyelesaiannya," tambah Indah.

Gereja Immanuel Baebunta diketahui mampu menampung ratusan jemaat. Indah berharap kehadiran gereja ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dapat menjadi pusat spiritual yang bermanfaat bagi jemaatnya.

"Tentu kita berharap gereja ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi dapat diisi oleh jemaat yang aktif dalam pelayanan, dan nilai-nilai yang disampaikan bisa menjadi pedoman hidup," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indah juga menyinggung Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 November mendatang. Ia berpesan agar masyarakat Luwu Utara menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pilkada berlangsung.

"Berdasarkan indeks kerawanan pemilu, Luwu Utara termasuk dalam zona hijau. Mari kita pertahankan kondisi yang kondusif ini hingga proses pilkada selesai," ungkapnya.

Indah juga mengingatkan bahwa pilkada adalah proses demokrasi yang harus dilalui demi kesinambungan kepemimpinan di daerah. 

"Siapapun yang terpilih nanti, mari kita dukung bersama, baik secara langsung maupun lewat doa. Menjadi pemimpin itu bukan tugas yang mudah, maka dukungan kita sangat dibutuhkan," tutup istri anggota DPR RI, Muhammad Fauzi tersebut.