ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Lima partai politik menolak nama H Baba diusul kembali menjadi Pj Bupati Enrekang. Penolakan itu karena H Baba dinilai gagal merealisasikan 10 programnya selama menjabat pj.
Dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Enrekang pekan lalu, menghasilkan 3 nama calon Penjabat Bupati yang diajukan ke Kemendagri. Ketiganya merupakan hasil rumusan dari berbagai sisi kelayakan.
Adapun 5 partai yang menolak H Baba yakni Partai Nasdem, Demokrat, PKB, PPP dan PKS. Sementara PAN, PBB dan Partai Hanura tetap mengusulkan nama Baba. Sedangkan Partai Golkar tidak memasukkan usulan karena alasan tertentu.
Dalam dinamika rapat akhirnya dilakukan voting. Sehingga mencuat 3 nama yang diusulkan oleh Nasdem, Demokrat, PKB, PPP dan PKS. Mereka yakni,
1. Marwan Mansyur ( Kepala Inspektorat Propinsi Sulsel)
2. M.Djabir ( Sekretaris DPRD Propinsi Sulsel)
3. Chairul Latanro (Arsiparis Ahli Utama DPD RI).
Tidak munculnya nama H Baba dalam usulan tersebut karena hanya ada 3 partai yang mengusulkan. Sementara nama Marwan Mansyur dan M Jabir diusulkan oleh 6 partai. Lalu Chairul Latanro diusul 5 partai.
3 nama inilah yang mendapatkan suara terbanyak. Selanjutnya mereka menjadi calon pj yang diusul ke Kemendagri.
Ketua sementara DPRD Enrekang Ikrar Eran Batu mengatakan bahwa 3 nama tersebut akan segera dibawa ke Kemendagri RI.
"Kita akan kirim surat ke Kemendagri karena hari ini batas akhir untuk memasukkan 3 nama yang diusulkan Partai. Mengenai pilihan siapa yang diusulkan saya tidak mencampuri karena itu haknya Partai. Intinya kapasitas saya adalah yang memiliki suara terbanyak 1,2 dan 3 itu yang akan dibawa sesuai kesepakatan awal," kata Ikrar Eran Batu.
Ikrar juga menjelaskan tentang kinerja H Baba yang dinilai tidak layak lagi untuk diusul. Menurut Ikrar, itu bukan ranah untuk menilai.
Ia mengatakan, masing-masing partai punya kewenangan untuk menilai kinerja Pj Bupati Enrekang untuk menjadi bahan pertimbangan.
"Penilaian terhadap kinerja yang kurang baik dan dianggap tidak berhasil membuat nama H Baba tidak ada lagi dalam usulan pada rapat paripurna ini. Karena ada 5 partai politik yang tak lagi mengusulkannya," jelasnya.
Sementara itu legislator Partai NasDem, Umar menilai selama menjabat tak satupun janjinya yang dia tepati. Dari 10 program unggulannya, hampir seluruhnya tak terealisasi.
"Katanya mau menyejahterakan guru dengan membayar sertifikasi tepat waktu, mana buktinya, sekarang sertifikasi guru tidak dibayarkan 6 bulan," ujar Umar.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Runjaya Kasmidi anggota DPRD dari PPP. Dia mengatakan kepemimpinan H Baba gagal.
"Itu alasan kami tidak masukkan lagi H Baba dalam usulan karena kami anggap gagal memimpin Enrekang selama diberi amanah. Banyak janji-janjinya yang tidak terlaksana," ujar Runjaya Kasmidi.
BERITA TERKAIT
-
DPRD Soroti Inspektorat Enrekang: Pengawasan Keuangan tak Proaktif
-
5 Kadis Mundur, DPRD Desak Bupati Enrekang Segera Angkat Pejabat Definitif
-
Pemkab Enrekang Ingin Lelang Aset Bayar Utang, DPRD Belum Setuju
-
Program TPP Pj Bupati Enrekang Dianggap Gagal, ASN: Janji Palsu
-
DPRD dan Pemkab Wajo Didesak Masyarakat Perbaiki jalan Umum yang Rusak