Redaksi : Sabtu, 17 Agustus 2024 14:08
Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi Syamsu Ali. (Foto: IST)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel, Hasbi Syamsu Ali berharap HUT RI ke 79 menjadi momentum transisi kepemimpinan yang membawa perubahan positif. Ia menilai pentingnya melanjutkan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat dan memperjuangkan cita-cita bangsa.

"Selama dua periode Presiden Jokowi menjabat, tentu ada hal baik dan yang kurang baik. Nah kita berharap pada HUT RI ke-80 tahun depan pak Prabowo sudah memberi warna baru yang lebih baik lagi bagi bangsa ini," ujar Hasbi, Sabtu (17/08/2024).

Hasbi menyatakan bahwa perayaan HUT RI ke 79 kali ini merupakan momen penting yang menandai transisi menuju kepemimpinan baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto, yang akan dilantik pada Oktober mendatang.

Menurut Hasbi kemerdekaan yang diproklamasikan oleh para pendiri bangsa 79 tahun silam kini menghadapi banyak tantangan dalam mewujudkannya secara penuh. Ia menekankan bahwa kemerdekaan saat ini seharusnya dipahami sebagai kebebasan rakyat dari belenggu kemiskinan, dengan terus memperjuangkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

"Dulu, kita merdeka karena bebas dari penjajahan bangsa kolonial. Tapi saat ini, kemerdekaan seyogyanya dipahami dalam artian rakyat terbebas dari belenggu kemiskinan, dengan cara memperjuangkan cita-cita bangsa, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur," ungkap alumni Lemhanas tersebut.

Sebagai Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin (IKATSI) Universitas Hasanuddin berharap seluruh pihak tetap semangat dan bekerja sama dalam membangun bangsa, tanpa terpengaruh oleh pergantian kepemimpinan.

"Pergantian kepemimpinan bangsa seharusnya tidak mempengaruhi upaya kita untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945," tegas Hasbi.

Mengenai harapan kemerdekaan bagi KKLR dan Wija to Luwu, Hasbi menekankan pentingnya terbentuknya daerah otonom baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. Dengan menjadi provinsi, Luwu Raya akan memiliki kemampuan lebih besar dalam mengelola dan membangun daerahnya sendiri, serta menjadi mitra strategis Sulsel dalam mempercepat pembangunan.

"Pada akhirnya, semua ini akan berdampak positif bagi rakyat karena pelayanan pemerintahan lebih dekat dan pembangunan akan lebih terasa manfaatnya," pungkas Hasbi.