Budi Santoso : Kamis, 21 Januari 2021 18:43
Bupati Paniai, Meki Nawipa tinjau lokasi bencana tanah longsor di Uwibutu.

PANIAI, PEDOMANMEDIA - Bencana tanah longsor di kampung Uwibutu, Paniai, Papua mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Saat ini tercatat, ada 30 unit rumah warga tertimpa material longsor. Kerugian material ditaksir hingga miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.

Kamis (21/01/2021), Bupati Paniai, Meki Nawipa turun meninjau langsung kondisi pascabencana. Didampingi Kapolres dan stakeholder lainnya.

Pemerintah kabupaten kata Meki, akan segera melakukan reboisasi sebagai upaya mencegah terjadinya longsor susulan.

"Pemerintah daerah bekerja sama dengan KNPI, aparat TNI/Polri dan Pemerintah Paniai akan melakukan penanam pohon sebagai upaya pencegahan bencana alam di kemudian hari," tutur dia kepada PEDOMANMEDIA.

Dia pun mengimbau kepada warga untuk tidak lagi membuang sampah di area tanjakan Uwibutu.

Selain itu, Meki juga berterima kasih kepada warga pemilik ulaya yang telah melepaskan lahannya untuk dijadikan parit atau drainase. Sekaligus memberi bantuan.

"Uang yang saya serahkan untuk melaksanakan doa adat sebagai simbol pelepasan lahan pembuatan drainase," imbuh Meki.

Sementara itu, Kepala Suku Uwibutu, Yulianus Yeimo bilang, total biaya untuk menggelar doa yang diserahkan pemerintah kurang lebih Rp50 juta.

Kendati demikian, Yulianus berharap agar pemerintah juga memperhatikan rumah warga yang terkena musibah ini.

"Harapan kami untutk pemerintah bangun rumah mereka," pintanya.

Seraya yang dikatakan salah satu warga, Ata Madai. Berharap adanya bantuan dari pemerintah. Sebab dia kehilangan rumah hanyut bersama material longsor.

"Kami kehilangan rumah, kehilangan kebun. Cuma tersisa sebatang pohon buah geawas," tuturnya berkucuran air mata.

"Kami kehilangan semuanya. Tolong doa dan dukungan dari semua orang di Paniai.
Mata pencarian kami tidak ada lagi. Kami mau harap siapa? Harapan kami rumah kami dibangun kembali," harapnya menambahkan. (*/Damianus Bunai)