JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri, Rabu hari ini. Komjen Listyo sudah menyerahkan makalah ke Komisi III dan fraksi telah menyiapkan berbagai isu.
Komjen Listyo diajukan sebagai calon tunggal Kapolri. Ia akan menjalani fit and proper test sebagai fase akhir sebelum dilantik menjadi Kapolri.
Listyo mengajukan makalah berjudul "Transformasi Menuju Polri yang Presisi: Prediktif-Responsibilitas-Transparansi Berkeadilan'. Makalah Komjen Sigit ini diserahkan oleh Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widodo, Kapolda Jarim Nico Afinta, dan Kadiv Propram Polri Irjen Ferdi Sambo, di ruang Rapat Komisi III, kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Beberapa fraksi sudah menyampaikan kisi kisi pertanyaan berbagai isu. Apa saja?
Fraksi PKB misalnya akan mempertanyakam konsep pelibatan pondok pesantren dalam menjaga kantibmas. Pertanyaan ini sekaligus untuk menguji sejauh mana interaksi Listyo dengan ponpes.
"Kita mau dalami prosedur pelibatan pondok pesantren dalam kantibmas. Seperti apa konsepnya. Karena ini menjadi isu paling sentral dalam hal menjaga hubungan Polri dan pesantren," terang Waketum PKB Jazilul Fawaid, Selasa (19/1/2021).
Kata Jazilul, pihaknya juga akan mendalami reformasi internal Polri kepada Komjen Listyo. Ia akan memastikan proses reformasi internal Polri dapat terus berjalan secara profesional dan adil.
Sementara Partai Demokrat (PD) mengatakan telah menyiapkan 7 pertanyaan kepada Komjen Listyo Sigit. Khususnya soal penegakan hukum dan netralitas Polri.
"Tunggu saja besok pada saatnya, ada 7 pertanyaan yang akan kami sampaikan," kata Waketum PD Benny K Harman kepada wartawan, Selasa (19/1).
Anggota Komisi III DPR RI itu memberikan garis besar yang akan ditanyakan kepada Komjen Listyo Sigit. Menurutnya, Fraksi PD DPR RI akan menyoal isu terkait penegakan hukum, netralitas Polri dalam pemilu, hingga penyelesaian kasus yang mangkrak di Polri.
"Penegakan hukum nondiskriminatif. Netralitas Polri dalam Pemilu dan Pilkada. Pemberantasan kejahatan kemanusiaan seperti korupsi. terorisme, dan narkoba. Kelanjutan reformasi internal kepolisian," kata Benny.
Fraksi PAN DPR RI akan menanyakan topik seputar keadilan dalam tugas pokok dan fungsi instansi Kepolisian. Namun tak secara rinci menjabarkan kisi-kisi.
"Justice for all dalam kaitan tupoksi kepolisian," kata anggota Fraksi PAN DPR RI, Sarifuddin Suding, kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).
Sarifuddin enggan memberikan bocoran rincian materi yang hendak ditanyakan kepada Komjen Listyo Sigit. "Kalau itu besok aja saat saya tanyakan pada calon Kapolri," ungkap anggota Komisi III DPR RI itu.
Sementara PKS akan menanyakan secara khusus soal reformasi Polri hingga penanganan kamtibmas berkeadilan kepada Listyo. Selain itu, reformasi di tubuh Polri pun akan didalami.
"Saya akan tanya beberapa hal terkait dengan apa, rencana strategi beliau ke depan apa," kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Achmad Dimyati Natakusumah, saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).
Dimyati mengatakan PKS juga akan mendalami terkait reformasi di tubuh kepolisian. Selain itu, penanganan kamtibmas yang berkeadilan juga akan jadi pembahasan di uji kelayakan besok.
"Terus juga bagaimana reformasi kepolisian, dan bagaimana penanganan kamtibmas yang adil, banyak lagi yang lainnya," ucapnya.
"Intinya fraksi PKS akan menguji calon kapolri kita. Bagaimana mereformasi kepolisian lebih bagus, lebih humanis, lebih sukses lagi dalam melaksanakan tribrata," lanjut Dimyati.
Fraksi Partai Golkar akan memberikan pertanyaan seputar isi makalah dan visi-misi Komjen Listyo. Makalah itu menjadi pegangan Fraksi Golkar saat nanti bertanya.
"Kami dari Fraksi Partai Golkar tentu akan bertanya tidak jauh dari isi makalah dan visi-misi calon Kapolri," ujar anggota Fraksi Partai Golkar, Supriansa, kepada wartawan, Selasa (18/1/2021).
Supriansa tidak mau merinci kisi-kisi materi yang akan ditanyakan Golkar kepada Komjen Listyo besok. Ia hanya menegaskan garis besar pembahasan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga kepolisian di tengah masyarakat.
"Kita akan lihat besok ya. Belum waktunya dibocorkan. Ya terkait tupoksi kepolisian secara umum di tengah-tengah masyarakat," ucap anggota Komisi III DPR RI itu.
BERITA TERKAIT
-
Komisi III DPR Setuju Vape Dilarang: Terbukti Banyak yang Kandung Narkoba
-
Komisi III Minta Polisi Segera Ungkap Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS
-
MKD Tegaskan Pengangkatan Sahroni Sebagai Waka Komisi III tak Langgar Aturan
-
Ahmad Sahroni Ditunjuk jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Gantikan RMS
-
Komisi III: Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Harus Dihukum Berat