BMKG Pantau Aktivitas Gunung Ruang Sulut: Bisa Memicu Tsunami
Pada periode 1-17 April 2024, PVMBG mencatat jumlah kegempaan di Gunung Ruang sebanyak 1.439 kali gempa vulkanik
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Gunung Ruang, Sulawesi Utara dalam status awas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau kemungkinan aktivitasnya yang bisa memicu tsunami.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan setidaknya ada lima sumber daya teknologi berupa peralatan Tide Gauge dan Automatik Weather System Maritim yang berada di wilayah Kepulauan Sangihe, Bitung, dan Pulau Siau. Dia memastikan tiap teknologi tersebut dioperasionalkan maksimal bersama petugas Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengawasi potensi tsunami akibat erupsi Gunung Ruang itu.
"Kami 24 jam penuh bersama dengan PVMBG seolah tak berkedip mata untuk memonitor muka laut antisipasi potensi tsunami di sekitar Gunung Ruang," kata Daryono, Kamis (18/4/2024).
Daryono menjelaskan, erupsi gunung berapi seperti ini berpotensi menyebabkan tsunami dan dampak yang ditimbulkan kemungkinan besar. Hal tersebut terjadi karena fenomena flank collapse atau runtuhnya sebagian atau keseluruhan badan gunung.
Fenomena itu, menurutnya, meski belum terjadi, patut diwaspadai karena berdasarkan catatan BMKG juga pernah dialami oleh Gunung Ruang pada 1871 yang menimbulkan tsunami setinggi 25 meter dan menewaskan sekitar 400 orang.
"Waspada tetap, tapi terlepas dari situ hasil monitoring BMKG sejauh ini menunjukkan semua kondisi laut normal tanpa ada anomali seperti yang dikhawatirkan," kata dia.
Ia menyebutkan selama kurun 24 jam terakhir sudah terjadi lima kali erupsi dengan ketinggian 1.800-3.000 meter dari puncak Gunung Ruang. Erupsi eksplosif itu menimbulkan suara gemuruh, gempa, dan kilatan petir vulkanik.
Pada periode 1-17 April 2024, PVMBG mencatat jumlah kegempaan di Gunung Ruang sebanyak 1.439 kali gempa vulkanik dalam, 569 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa tektonik lokal, dan 167 kali gempa tektonik jauh.
